24 Juni 2009

Puluhan Napi Ikuti Ujian Paket C

Rabu, 24 Juni 2009
SAMPIT, KALTENG--MI: Sebanyak 39 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti ujian kesetaraan paket C yang berlangsung hingga 26 Juni 2009.

Kepala Lapas Sampit Muhamad Hafil di Sampit, Rabu, mengatakan mereka mengikuti ujian tertulis sebanyak tujuh mata pelajaran.

Para napi tersebut mengikuti ujian kesetaraan paket C sesuai dengan amanat undang-undang pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

"Semua napi yang mengikuti ujian paket C adalah warga binaan di lembaga pemasyarakatan kelas II B Sampit," katanya.

Ujian digelar di aula kelompok belajar Melati Lapas Sampit. Dari 39 peserta ujian paket C itu, 17 peserta di antaranya merupakan warga binaan sebagai napi di lapas tersebut.

Menurut Hafil, salah satu peserta merupakan petugas sipir Lapas Sampit, dan 22 yang lain telah selesai menjalani masa hukuman, namun tetap mengikuti ujin paket C di Lapas.

Sebelumnya seluruh peserta telah mengikuti pendidikan sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan pengajar berasal dari tutor Lapas sendiri sebanyak tiga orang, dan tiga tutor lagi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kotim.

"Tujuan pemberian pendidikan kepada napi adalah untuk pembinaan agar kelak pada saat bebas dari lapas mereka akan menjadi warga yang berguna bagi dirinya dan orang banyak," kata Hafil.

Dengan pelaksanaan ujian paket C di Lapas, Hafil berharap seluruh peserta warga binaan dapat menyesuaikan diri di tengah masyarakat setelah bebas. Selain itu dari ijazah yang mereka peroleh dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mencari pekerjaan.

Hafil menambahkan selain pendidikan formal, pihaknya juga memberikan pembinaan mental dan spiritual, ketrampilan, serta sosial.

Selain di Lapas Sampit, ujian paket C juga digelar secara serantak dan dipusatkan di sedikitnya enam titik dengan peserta sekitar 1.345 orang.

"Ujian paket C dilaksanakan di enam kecamatan yaitu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Parenggean, Mentaya Hulu Utara (Bagendang) dan Kecamatan Mentaya Hulu," kata Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal (PNFI) Disdikpora Kotim Suryani.

Pada 2009 terjadi peningkatan jumlah peserta dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peserta yang pindah jalur formal ke nonformal mencapai 877 orang, sedangkan peserta reguler 484 orang sehingga totalnya mencapai sekitar 1.345 orang.

Menurut Suryani, banyak orang beranggapan bahwa mengikuti ujian kesetaraan paket C dipastikan akan lulus, padahal tidak seperti itu, karena ujian paket C sama seperti ujian sekolah, jadi ada juga yang tidak lulus. (Ant/OL-06)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar