23/06/2009
Semarang, CyberNews. Tidak adanya upaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menangani permasalahan rob di kawasan Pasar Johar, membuat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Agus Salim, mengusahakan pompa air penyedot air secara swadaya.
Langkah itu diambil, setelah tiga bulan jalan itu selalu digenangi rob. Ketua PKL Jalan Agus Salim, Sutejo, menjelaskan, rob yang melanda kawasan tersebut terjadi sejak siang hingga sore hari, mengakibatkan pendapatan pedagang menurun drastis.
Apalagi, tambahnya, ketinggian genangan selama tiga bulan terakhir mencapai 20 sentimeter. ''Tingginya rob membuat orang menghindari lewat jalan ini. Hal itu membuat pendapatan kami turun tajam. Bagaimana tidak, jangankan mampir, lewat di jalan ini saja masyarakat sudah malas,'' terang dia, yang ditemui di kawasan Pasar Johar, kemarin.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya sudah berulangkali mengajukan permohonan pengadaan pompa kepada Pemkot, melalui petugas pasar. Namun, tidak juga diperoleh kepastian pemberian bantuan tersebut, dengan berbagai alasan.
Swadaya
Agar kerugian tidak semakin parah, kata Sutejo, sejumlah PKL memutuskan membeli pompa secara swadaya. Hingga akhirnya, dengan tambahan dana dari para pengusaha yang memiliki toko di sekitar jalan tersebut, dibelilah sebuah pompa yang setiap hari menyedot air di sebelah utara Jalan Agus Salim.
''Tidak hanya dalam pembelian pompa, untuk oporasional pompa setiap harinya, kami juga urunan. Sebab, tiap hari kami harus membeli 10 liter bensin. Pompa dioperasikan dari pukul 07.00-18.00. Setelah itu, pompa disimpan,'' beber dia.
Keberadaan pompa tersebut dirasakan benar manfaatnya oleh pedagang. Supriyanto (35), misalnya, pemilik warung kucingan ini mengungkapkan, sejak pompa dioperasikan, jalanan tersebut nyaris terbebas dari rob. Dampaknya, pendapatan pun kembali normal, setelah omset dagangannya sempat turun 60 persen gara-gara rob yang stiap hari melanda jalan tersebut.
''Lihat saja seminggu terakhir ini, jalanan yang tadinya selalu banjir, sekarang sudah kering. Pelanggan pun kembali berdatangan. Dulu, waktu banjir, yang lewat saja sedikit, apalagi yang ke pasar,'' tutur dia.
Dengan kondisi tersebut, Supriyanto tidak keberatan jika harus mengeluarkan dana dan tenaga tambahan, untuk mengoperasikan pompa penyedot air. Menurutnya, upaya pedagang di sebelah utara jalan juga diikuti PKL di sebelah selatan jalan, dengan memperbaiki pompa yang rusak. Meski begitu, dia berharap adanya upaya konkret dari Pemkot Semarang untuk mengatasi banjir dan rob yang semakin parah.
(Ant /smcn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar