Kamis, 18 Juni 2009
By Republika Newsroom
SURABAYA--Penataan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjadi target perkembangan perekonomian sektor informal, kini digarap Pemkot Surabaya secara serius. Melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM), sejumlah PKL itu akan disentralisasikan.
Konsep sentralisasi atau pemusatan PKL ini, bagi pemkot merupakan prioritas utama terkait dengan peningkatan kualitas PKL itu sendiri. ''Dengan pemusatan PKL ini masyarakat konsumen akan lebih mudah mencari barang-barang yang dibutuhkannya,'' kata Kepala Diskop UMKM Kota Surabaya, Hadi Mulyono di Surabaya, kemarin (18/6).
Hadi memaparkan, selama ini ada 13 sentra PKL yang akan ditingkatkan kualitasnya. Dari ke-13 sentra PKL itu, di antaranya berlokasi di kawasan Penjaringansari, Gayungan, Manukan Tama, Indrapura, Gunungsari (PKL ikan hias), Rungkut Asri, Bubutan (sentra buku), Kalianak, Tanah Merah, Pesapen, Kyai Tambak Deres, Karah, dan Lidah Kulon.
Selama ini, Hadi mengakui bahwa aktivitas para PKL itu tidak tersentralisasi dan menyebar di berbagai sudut kota serta kondisinya sangat memprihatinkan. Apalagi, ketika terjadi penertiban mereka harus digusur sehingga tidak punya lagi tempat beraktivitas bisnis. ''Nah, dengan disentralisasikan atau dipusatkan di suatu tempat, para PKL itu akan lebih aman dan tentu kualitasnya bisa lebih ditingkatkan,'' tandas Hadi.
Untuk program pemusatan PKL tersebut, Hadi menjelaskan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan para pengusaha. Melalui bantuan pihak ketiga itulah, Hadi sangat berharap para PKL bisa lebih dikembangkan dan ditata secara baik. ''Untuk program ini kami memang menggandeng para pengusaha yang punya kepedulian terhadap para PKL,'' papar Hadi.
Sedangkan bentuk kerja sama yang akan dilakukan dengan para pengusaha itu, urai Hadi, yakni melalui program dana sosial perusahaan. ''Dengan dana itu maka para PKL bisa dikembangkan secara maksimal sesuai dengan spesifikasinya,'' terang Hadi menambahkan.
Perihal spesifikasi PKL ini, sambung Hadi, tentunya akan membuat masyarakat lebih bisa mencari barang kebutuhannya, misalnya untuk mencari buku-buku bekas, pembeli bisa langsung ke PKL buku bekas yang ada di Jalan Semarang (Kampung Ilmu).
Begitu pula, kata Hadi, kalau masyarakat ingin membeli makanan dan minuman bisa menemukannya di Jalan Urip Sumoharjo atau di kawasan Jalan Kedungdoro. ''Yang jelas, dengan konsep sentralisasi ini para PKL akan lebih nyaman dalam menjalankan kegiatan usahanya. Selain itu, khususnya para pembeli lebih mudah memilih dan langsung berkunjung ke sentra-sentral PKL yang telah memiliki spesifikasi dagangannya,'' tandas Hadi.afa/fif
19 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar