24 Juni 2009

Penertiban PMKS Terminal Depok Kurang Koordinasi


By Republika Newsroom
Selasa, 23 Juni 2009

DEPOK -- Penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di sekitar Terminal Kota Depok kurang terkoordinir.  Meskipun puluhan pengemis dan anak jalanan mulai mengganggu penumpang, aparat terkesan tak saling berkoordinasi.

Kesan canggung bertindak dan kurang koordinasi terlihat saat Satpol Pamong Praja Kota Depok mengadakan operasi razia anak jalanan dan pengemis sepekan lalu. Saat berusaha menciduk puluhan PMKS yang berada di gerbang terminal, para petugas Satpol PP mengurungkan niatnya untuk mengejar anak-anak berusia sekitar 5-12 tahun yang berlarian masuk area dalam terminal.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Depok Sariyo Sabani menjelaskan, puluhan PMKS cilik di sekitar terminal mengganggu ketertiban serta kenyamanan para pengguna jasa terminal.

Saat menanggapi reaksi petugas yang tak meneruskan pengejaran ke dalam terminal, Sariyo beralasan kewenangan bawahannya hanya menertibkan para PMKS di luar terminal. ''Kami baru bisa menertibkan di area dalam terminal jika pihak terminal meminta bantuan pada kami," ujar Sariyo pekan lalu.

Namun, Kepala Terminal Kota Depok Sukmara Wirakusumah menyatakan, Satpol PP-lah yang berhak menertibkan para pengemis tersebut. Pihaknya hanya  menertibkan arus dan trafik kendaraan. Pihaknya baru turun tangan dan membantu Satpol PP jika terjadi aksi anarkhis saat penertiban berlangsung.
 
Salah seorang penumpang, Winda (25 tahun) menilai keberadaan para pengemis dan pengamen anak-anak di sekitar loket masuk dan bagian dalam terminal cukup mengganggu. ''Mereka menghampiri dan agak memaksa kalau tidak diberi uang," ungkapnya. Lalu lalang kendaraan pun dinilainya membahayakan jiwa mereka. c84/ahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar