Selasa, 23 Juni 2009
"Bagi orang tua yang anaknya mengalami gejala demam panas tinggi kemudian tiba-tiba dingin, segera membawa anaknya ke Puskesmas dan jangan mikir tidak ada uang lagi karena mulai hari ini kita sudah menggratiskan biaya pengobatan pasien DBD," kata Sutarmidji, di Pontianak, Selasa (23/6).
Ia menjelaskan, khusus pasien DBD, mulai dari pengecekan trombosit, perawatan inap hingga sembuh, pasien tersebut tidak dipungut bayaran. "Kita akan menggunakan dana tanggap darurat untuk penanggulangan penyakit DBD," katanya.
Sutarmidji menambahkan, dari 23 Puskesmas yang ada di Kota Pontianak, rata-rata mampu menangani penyakit DBD sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat penyakit itu harus ke rumah sakit.
"Daripada harus menunggu punya uang, baru dibawa ke rumah sakit, lebih baik dibawa ke Puskesmas dan tidak dipungut bayaran," katanya.
Pemkot Pontianak hingga saat ini belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit DBD di kota itu, meskipun sudah sebanyak 694 kasus dan 14 pasien meninggal.
"Kita akan melihat hingga akhir Juni kalau terjadi peningkatan kasus, kita akan menetapkan KLB. Kalau kasusnya tidak meningkat kita akan memberlakukan penanganan penyakit DBD seperti layaknya KLB," kata Sutarmidji. Kota Pontianak, dinayatakan KLB DBD tahun 2002 lalu dengan 1.600 kasus.
Data Dinkes Kota Pontianak, tahun 2008 sebanyak 16 pasien DBD meninggal dari 236 kasus, sementara tahun 2007 sebanyak 121 kasus dengan korban meninggal dunia tiga orang.
Sementara itu, Kepala Bangsal Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso, Fitri, mengatakan hingga saat ini pasien DBD yang dirawat di rumah sakit itu sudah membludak sehingga dari 31 bangsal yang disiapkan sudah penuh.
"Sehingga kita terpaksa merawat belasan pasien DBD lainnya menggunakan tempat tidur sementara," katanya. (Ant/OL-06)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar