19 Juni 2009

Hore, Pasar Kramatjati Tak Lagi Becek dan Bau

Jumat, 19 Juni 2009

JAKARTA, KOMPAS.comSejumlah pedagang di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, tidak mengeluhkan lagi bencana banjir, becek, atau baunya sampah di sekitar lokasi pusat perbelanjaan buah dan sayuran tersebut. "Kondisi pasar sudah cukup memadai karena tidak ada lagi banjir meski hujan besar mengguyur," kata salah seorang pedagang buah apel, Soleh Aska, Jumat (19/6).

Soleh mengemukakan, pemeliharaan fasilitas, sarana, dan prasarana Pasar Induk Kramat Jati tersebut berjalan baik sehingga kondisi di salah satu tempat penjualan buah dan sayuran terbesar di Jakarta tersebut tetap terjaga dan representatif.

Di tempat yang sama, pedagang grosiran sayuran PD Kentang, Nana Sutisna, menuturkan, meski tidak ada aturan baku tentang imbauan membuang sampah yang tertib, namun pemeliharaan fasilitas di Pasar Induk Kramatjati, membuat pasar tidak terlalu kotor.

Nana juga menjelaskan bahwa tata letak pasar yang direnovasi pada tahun 2006 tersebut cukup tepat untuk penempatan lokasi kios atau lapak pedagang buah dan sayuran yang terpisah, serta menyediakan lahan parkir yang luas sehingga kendaraan tidak parkir secara semrawut. "Tempat untuk bongkar muat kendaraan angkutan buah dan sayuran juga cukup praktis karena tersedia di depan, belakang, dan samping," kata Nana.

Terkait dengan retribusi yang harus dibayar pedagang, Soleh menyebutkan setiap pedagang dikenakan biaya Rp 2.000 per hari, sedangkan biaya bongkar muat mencapai Rp 57.000 per kendaraan untuk jenis angkutan terbuka empat ban serta Rp 114.000 per kendaraan jenis truk.

Ia menyebutkan, retribusi sampah dan biaya bongkar muat angkutan yang dibebankan kepada pedagang tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pengelola pasar dan penjual buah/sayuran.

Sementara itu, salah satu staf PD Pasar Jaya, Suminto, menuturkan bahwa pengelola pasar memprioritaskan untuk kenyamanan pedagang dan pembeli dalam bertransaksi. Salah satunya dengan mengutamakan kebersihan sarana dan prasarana, serta mengantisipasi banjir.

Saat ini, jumlah pedagang buah dan sayuran di Pasar Induk Kramatjati sekitar 1.800 orang dengan jumlah kios mencapai 4.428 lapak, sedangkan yang terisi sebanyak 80 persennya.

Pasar induk yang dibangun sejak 1973 tersebut merupakan tempat belanja utama yang dilengkapi fasilitas penunjang perdagangan, seperti masjid, keamanan selama 24 jam, penginapan sopir, sarana mandi cuci kakus (MCK), pusat jajanan (kantin), serta bongkar muat yang tertata dan bebas dari penumpukan sampah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar