25 Mei 2009

TKW Korban Pembiusan Dibuang di Kulonprogo

Sabtu, 23 Mei 2009
Okezone

KULONPROGO  - Kisah tragis kembali menimpa tenaga kerja wanita (TKW) yang baru saja pulang dari luar Negeri. Martini (24) TKW asal Pesawahan RT 15 RW 07 Kecamatan Winangun, Kabupaten Cicacap ditemukan tidak sadarkan diri di pingir Jalan Raya Yogyakarta-Purworejo, tepatnya di Desa Sogan Kecamatan wates Kulonprogo tadi pagi. Diduga korban dibius, sebelum seluruh hartanya dirampas.

Saat ditemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di areal persawahan. Beruntung saat itu ada petugas patroli dari Polsek Wates di dekat lokasi kejadian. Bersama dengan warga, korban dievakuasi ke RSUD Wates. Korban mengalami luka lecet di muka, tangan dan kedua kakinya. Pada kepala korban juga ditemukan luka memar, yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Menurut keterangan korban, saat itu dirinya baru saja pulang dari Singapura. Korban sampai di Bandara Adisucipto Yogyakarta sekira pukul 05.00 WIB. Ketika ke luar dari pintu bandara, korban didekati tiga orang lelaki. Tiga orang yang berpakaian cukup rapi ini, mengaku diminta keluarganya untuk menjemput ke rumahnya.

Korban bersama dengan tiga pelaku, langsung menuju di sebuah mobil Kijang yang diparkir di komplek bandara. Selanjutnya mereka langsung bergerak ke arah barat menuju Cilacap. Memasuki kota Yogyakarta, para para pelaku mengajak korban makan di restoran siap saji. Usai makan, korban diberikan minuman berupa jamu sebelum melanjutkan perjalanan. "Usai minum jamu saya sudah tidak sadar. Tahu-tahu saya sudah di sini (RSUD Wates)," ujar korban lirih.

Selain kehilang tas berisi pakaian, korban juga kehilangan uang tunai yang nilainya mencapai Rp6 juta, bersama dengan perhiasan, handphone dan MP3. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 juta. Hingga kini korban masih dirawat di bangsal Wijaya Kusuma, RSUD Wates.

Sementara itu, kepala Bangsal Wijaya, Tri Setyowati mengatakan, korban masuk di bangsal sekira pukul 08.00 WIB, setelah mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD). Saat itu korban tidak sadarkan diri, dengan kondisi yang tidak stabil.
Selama belum sadar ini, tim medis memberikan terapi syaraf dengan memberikan obat-obatan pendukung. Hasilnya sekira pukul 14.00 WIB korban mulai siuman.

"Pemeriksaan masih seputar luka lebam di kepalanya," jelas Setyowati. Korban akan diperiksa medis secara intensif pada Senin mendatang. Termasuk melakukan uji laboratirum atas feces dan urinenya. (Kuntadi/Koran SI/ram)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar