26 Mei 2009

Kuota TKI ke Korsel Turun

Sabtu, 9 Mei 2009

SURAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan kuota penempatan TKI ke Korea Selatan turun dari 9.000 orang pada 2008 menjadi 5.000 orang pada 2009 akibat krisis global.
      
"Korea terkena dampak krisis global sehingga mengurangi penerimaan tenaga kerja asing ke negeri itu. Apabila ekonomi (Korea) membaik (kuota) akan meningkat lagi," kata Jumhur menjawab wartawan di Surakarta, Sabtu (9/5), usai pembukaan tes bahasa Korea bagi 41.756 orang calon TKI di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
      
Tes kemampuan berbahasa Korea (Korean Language Test) bagi 41.756 orang calon TKI secara serentak berlangsung hari itu di berbagai perguruan tinggi.
       
Selain berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta, tes itu berlangsung pula di Universita Pancasila (Jakarta), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (Cirebon), Universitas 17 Agustus (Surabaya), IKIP Mataram, dan Universitas Hasanuddin (Makassar). Peserta tes di Universitas Muhammadiyah Surakarta sebanyak 14.321 orang.
       
Jumhur berharap seluruh peserta tes mengikuti proses seleksi dengan sebaik-baiknya karena persaingan untuk bisa lulus bekerja di Korea Selatan sangat ketat di tengah kondisi ekonomi yang belum kondusif.
       
Penempatan TKI ke negeri ginseng itu  merupakan kerja sama program antara pemerintah Republik Indonesia dan Korea Selatan (government to government).
       
Jumhur mengatakan penempatan TKI ke Korea Selatan pada tahun 2008 sebanyak 12 ribu orang atau melebihi kuota sedangkan untuk tahun 2009 kuota yang diberikan pemerintah Korea Selatan hanya 5.000 orang. "Saya tidak tahu persisnya berapa untuk tahun ini apakah bisa melebihi kuota atau tidak," katanya.
       
Jumhur juga mengingatkan kepada peserta tes atau masyarakat yang berminat bekerja di Korea Selatan tak tergiur iming-iming dari pihak-pihak tertentu yang menjanjikan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang. "Itu penipuan. Semua proses hanya lewat BNP2TKI. Peserta yang lulus hanya dipungut biaya sekitar Rp 5,4 juta untuk biaya tiket pesawat," katanya.  
        
Jumhur mengatakan TKI yang bekerja di Korea Selatan rata-rata menerima gaji Rp
8,5 juta per bulan di luar lembur sedangkan bila ditambah uang lembur akan mencapai Rp 10-15 juta.

 


XVD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar