Berita Kota
SERANG, BK
Dana bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dari pemerintah pusat untuk rakyat miskin untuk bulan Juni dihentikan. Meski demikian, masyarakat miskin tidak perlu khawatir, karena akan diganti dengan program yang sifatnya dapat meringankan beban sekaligus mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepastian itu diungkap Asisten Daerah (Asda) III Pemprov Banten Apon Suryana, Kamis (18/6). Menurut Apon, ada tiga jenis bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat sebagai pengganti BLT. Ketiga program adalah pemberian bantuan yang dapat menangani kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sektor ekonomi kecil dan menengah melalui kredit usaha rakyat.
Terkait program kredit usaha rakyat, menurut mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Tangerang, itu warga tak perlu mengkhawatirkan soal jaminan. Sebab, pemerintah akan bekerjasama dengan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengatasi hal itu. "Jaminan pinjaman mencapai 70%," terangnya.
Dikatakan, di wilayah Banten terdapat sekitar 699.299 warga miskin yang mendapatkan dana BLT sebesar Rp100 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.
Secara terpisah, Kepala Kantor Pos Serang Kiagus Amran mengatakan, pihaknya diberitahu bahwa penyaluran BLT terakhir adalah untuk bulan Mei. "Bulan Juni dan seterusnya sudah tidak ada lagi," ujarnya.
Ditanya tentang kelanjutan program tersebut, Amran mengaku tidak tahu karena pihaknya hanya menyalurkan dana BLT kepada masyarakat. "Selama ini kita hanya memfasilitasi penyaluran dana BLT. Mengenai kelanjutannya secara pasti belum ada informasi," jelasnya. O dam
19 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar