14 April 2009

Pembunuhan Penyalur TKW, Pelaku Suami Korban

Selasa, 14 April 2009
Okezone.com

PURWAKARTA - Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta menangkap pelaku pembantaian seorang penyalur Tenaga Kerja Wanita (TKW), Ny Nursapnah binti Carilan (33).

Tersangka bernama Dudung Samsudin Bin Ubeh Suryana (35), warga Kampung Tanjung Manggu RT 06/03 Desa Simpang, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, diketahui sebagai suami korban. Dia ditangkap Satuan Buru Sergap (Buser) di rumah sepupunya Rasidi alias Awon di Kampung Cadas Ngampar RT 04/06 Desa Balaraja Kecamatan Haurgeulis, Indramayu.

Kapolres Purwakarta AKBP Hendro Pandowo mengatakan, sejak terjadinya peristiwa pembunuhan pada Sabtu  11 April 2009 dini hari, polisi terus memburu tersangka yang diketahui telah kabur dari rumahnya. Setelah tiga hari melakukan perburuan baru ketahuan pelaku melarikan diri kea rah Indramayu.

Berdasarkan pengakuannya kepada penyidik di Unit I, tersangka berdalih penganiayaan dilakukannya karena merasa kesal. Akan tetapi kasus ini akan terus kita kembangkan guna mengetahui motif dibalik kasus pembunuhan ini,kata hendro.

Tersangka pun, tambah dia, mengaku memukul kepala korban sebanyak tiga kali dan mencekiknya sampai tewas. Dudung langsung meninggalkan istrinya yang sudah tidak bernyawa itu di antara semak-semak kebun teh di Kampung/Desa Sumber Sari RT 08/04 Kecamatan Wanayasa dalam kondisi terlentang.

Sebagai barang bukti, lanjutnya, polisi telah mengamankan satu unit sepeda motor Honda Supra Fit Nopol T 2836 AF, satu buah ransel, sepasang sepatu merek Nike, ponsel Nokia 6070, tiga gelang emas dan satu buah cincin, satu buah kemeja dan kerudung warna cokelat.

Dia menegaskan, tersangka dapat dijerat dengan pasal 339 dan 340 KUHP dengan ancaman kurungan seumur hidup dan minimal 20 tahun penjara. Kasus pembunuhan tersebut merupakan kedua terjadi sejak awal tahun.

Sepanjang siang, Dudung dengan mengenakan seragam tahanan warna biru terpaksa harus menjalani pemeriksaan intensif di Ruang Unit I. Saat ditanya oleh polisi tersangka selalu bungkam. Sehingga berkali-kali dibentak lantaran dianggap tidak kooperatif.

"Ya Pak! saya sering ditelepon Sapnah (panggilan korban) dan dalam telepon selalu menghina sebagai suami yang tidak bertanggungjawab," ujar Dudung sembari tertunduk lesu.

Untuk diketahui, Sabtu 11 April 2009 dini hari sempat, warga di Kampung Sumber Sari Wanayasa, dibuat geger atas penemuan sesosok jasad perempuan yang diketahui seorang penyalur TKW. Sebelumnya beberapa warga sempat mendengar teriakan dari dalam kebun teh. Begitu dipastikan ternyata di lokasi itu telah terjadi pembunuhan. (Asep Supiandi/Koran SI/fit)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar