14 April 2009

Pelacuran dan Pornografi Akibat Kemiskinan

Selasa, 07/04/2009

Aji Hutomo Putra - detikBandung

Bandung - Kemiskinan pangkal dari segala tindak kejahatan termasuk pelacuran dan trafiking. Daerah Pantura merupakan penyumbang terbesar praktek pelacuran di Indonesia. Hal ini terjadi karena kemiskinan.

Demikian pernyataan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran (Unpad) Indra Perwira, saat diskusi publik tentang 'UU Pornografi; Membangun Moralitas di Tengah Kontroversi', di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Selasa (7/4/2009).

"Pelacuran dan pornografi disebabkan karena masalah uang. Di Bali, Surabaya atau Bandung, ada yang memproduksi pornografi untuk dikirim ke luar negeri ujung-ujungnya karena uang juga," kata Indra.

Ia menambahkan kondisi kemiskinan di Indonesia cukup parah. Karena masalah kemiskinan, salah satu daerah di Jawa Barat disebut sebagai penyumbang tindak pelacuran.

"Sembilan puluh persen pelacur dari Pantura, karena pantura termasuk daerah paling miskin. Mereka melacur sampai keluar negeri," tambahnya.

Namun begitu, ia mengatakan kemiskinan adalah masalah negara. Seharusnya negara bisa menghapuskan dulu kemiskinan baru menyelesaikan masalah lainnya.

"Korupsi dinilai lebih menghancurkan moral bangsa dibanding pornografi. Korupsi menyebabkan rakyat miskin yang akhirnya berbuat apapun untuk uang termasuk memperjualbelikan gambar dan video porno, pelacuran, traficking dan lain-lain," jelasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar