29 April 2009

Lima Gubuk Liar Dibongkar Paksa

Kompas
Rabu, 29 April 2009 

Sleman, Lima gubuk liar yang berdiri di tepi Jalan Solo, Dusun Tamanmartani, Kalasan, Sleman, dibongkar paksa oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Selasa (28/4). Selain tak berizin, gubuk- gubuk itu meresahkan masyarakat karena menjadi lokasi mangkal prostitusi waria dan menjual minuman keras.

Belasan petugas Satpol PP dibantu aparat Kepolisian Resor Sleman sejak pagi telah mendatangi lokasi yang berada di tepi Kali Opak itu dan memulai pembongkaran. Tidak ada perlawanan dari pemilik gubuk yang setiap harinya juga dipakai berjualan jok mobil, stiker, helm, dan warung kelontong tersebut.

Sebelum dibongkar, petugas mengizinkan pemilik mengosongkan barang-barang dari dalam gubuk yang terbuat dari kayu dan bambu itu. "Kami sudah memberi peringatan berkali-kali untuk membongkar bangunan tanpa izin ini, namun tidak pernah dipatuhi. Sekarang, kami terpaksa membongkarnya," kata Kepala Seksi Operasional Dinas Pol PP Sleman Yohanis Parningotan yang memimpin operasi tersebut.

Selain karena tak berizin, Yohanis mengatakan, pembongkaran dilakukan menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat sekitar yang merasa resah. Pasalnya, pada malam hari, lokasi tersebut sering dipakai sebagai tempat mangkal prostitusi waria dan menjual minuman keras. "Karena itu, kami putuskan untuk bertindak lebih dahulu. Kami takut jika masyarakat nantinya mengambil tindakan sendiri," ujar Yohanis.

Keresahan itu dibenarkan oleh Andi, salah seorang warga Bogem yang tinggal di sekitar lokasi gubuk. Ia mengatakan sudah sekitar setahun aktivitas prostitusi waria dan minuman keras berlangsung di gubuk-gubuk tersebut.

Badrah (67), salah seorang pemilik gubuk yang telah 15 tahun membuka warung di lokasi itu, menuturkan, ia hanya bisa pasrah jika tempatnya berusaha tersebut harus dibongkar. "Saya memang tidak punya izin. Sekarang, saya pindahkan dulu barang-barang dagangan ke rumah sampai dapat tempat baru untuk berjualan," tuturnya. (ENG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar