13 April 2009

Ketika PSK Harus Memilih

Ketika PSK Harus Memilih



Oleh
Muhamad Nasir/Yuyuk Sugarman

PALEMBANG–Para pekerja seks komersial (PSK) dan germo penghuni bekas Lokalisasi Kampung Baru di KM 9 Palembang, antusias memberikan suara di dua TPS yang disiapkan, Kamis (9/4).

TPS 21 yang terletak di depan Graha Sriwijaya Kompleks Lokalisasi Kampung Baru tampak didatangi para PSK. Mereka berdandan menor dan terlihat segar karena sudah mandi. Aroma parfum dan minyak "sinyongnyong" yang menyengat tercium dari tubuh mereka.
Mereka antre menukarkan undangan memilih dengan nomor antre. Enam bilik suara yang ditutup kain batik disiapkan di lokasi ini. Tampak para PSK ini cukup lama berada dalam bilik suara. Beberapa orang di antaranya bahkan tampak memanggil petugas untuk minta penjelasan soal cara mencentang.
Didampingi saksi, petugas kemudian masuk ke bilik. Mereka menjelaskan secara singkat. Di beberapa bilik lainnya, terdengar para PSK ini saling bertanya dengan rekannya di bilik sebelah. Mereka mengeluh karena menggunakan sistem centang. "Sebenarnya, lebih mudah kalau dicoblos," kata salah satu dari mereka yang disambut tawa genit rekan-rekannya dan senyum simpul petugas.
Suasana serupa juga terlihat di TPS 20 yang juga berada dalam eks lokalisasi yang dulu disebut Lokalisasi Teratai Putih. Para PSK ini memang sengaja menghentikan sementara aktivitas mereka menerima tamu selama masa memberikan suara dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
"Biasanya juga jarang Mas, tamu yang datang pagi-pagi begini. Jadi, sebenarnya acara pencentangan ini tidak mengganggu kegiatan kami," kata Eka, PSK penghuni rumah bordil Kuda Putih.
Para PSK ini memang tampak antusias memberikan haknya. Seusai mendapatkan nomor antre, mereka duduk menunggu panggilan. "Seperti nunggu tamu aja, ya Mas?" ujar Fitri, seorang PSK muda yang masih berusia 21 tahun disambut tawa rekan-rekannya.
Lokalisasi ini sebenarnya telah ditutup Pemprov Sumsel pada tahun 2000 lalu. Saat itu, Gubernur Sumsel dijabat H Rosihan Arsyad. Namun paska penutupan itu, ternyata para PSK dan germo masih terus beroperasi. Hanya saja, jumlah penghuninya jauh berkurang. Kalau dulu, ujar seorang germo, Aminong, ada ada empat RT dan empat TPS di lokalisasi ini. Kini, karena penghuninya berkurang, jumlah RT pun menyusut menjadi hanya dua saja.

Di Yogya
Sementara itu, di Kampung Pathuk Yogyakarta, di TPS 10 Blok Pathuk, Kecamatan Ngampilan, Yogya, para calon pemilih dipaksa tersenyum sebelum memasuki arena TPS. Pasalnya, di situ terpampang sebuah spanduk yang cukup besar berbunyi: TPS (Tempat Pusing Semua).
Selain itu ada tulisan, "Golput tidak menyebabkan kanker, sakit jantung, dapat mengganggu kehamilan dan impotensi, tetapi menurut fatwa MUI haram hukumnya".
Tak hanya itu saja, para petugas di TPS tersebut juga memakai pakaian ala dokter serta pada dahi, kening, maupun pipinya ditempeli koyo, seolah tengah sakit kepala, pusing, atau malah sakit gigi. Di dalam tenda sendiri terpasang berbagai tulisan yang menunjuk ke arah ruangan seperti ruang CT Scan, UGD, kamar jenazah, dan lain-lain.
Di dekat bilik suara terdapat, kasur pasien, kursi roda, alat pengukur tekanan darah, dan timbangan bayi.
Menurut Bambang Sulaksono, salah satu warga Pathuk yang ikut mempersiapkan TPS unik ini, hal ini memang disengaja. Alasannya, saat ini banyak warga yang sudah dipusingkan dengan hidup sehari-hari masih pula dibebani dengan cara-cara pelaksanaan pemilu yang ruwet.
"Tapi, kami selaku warga negara yang baik harus menyukseskan pemilu," ungkap Bambang.
Di kampung Jogokrayan, di TPS 09, para petugas mengenakan pakaian peranakan Jawa yang menunjukkan ciri khas seragam abdi dalem Keraton Yogya. Hal ini mengingat Jogokaryan adalah basis prajurit Jogokaryo sebagai salah satu prajurit Keraton.
Selain itu, pada dinding bilik-bilik suara dihiasi pula dengan gambar buah-buahan. "Kami mencoba menampilkan suasana mengesankan dengan suasana teduh dan segar, meski sedang menjalani tugas berat, baik itu petugas maupun warga," kata Ketua KPPS TPS 09 Jogokaryan Kusnadiono.
Di TPS 09 ini juga disediakan angkringan dengan berbagai aneka makanan ringan serta minuman. n


http://www.sinarharapan.co.id/berita/0904/11/nus02.html

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar