22 Juni 2009

TKI Dihentikan, Malaysia Kelabakan

Senin, 22 Juni 2009

Jakarta (BZC) Malaysia akan kewalahan mencari tenaga kerja bila Indonesia tidak lagi mengirimkan tenaga kerja. Pasalnya, negeri yang mengaku serumpun itu tergantung dengan pekerja asal Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Wilayah Kalimantan Barat Burhanudin Abdullah, Minggu (21/6).

"Perekonomian mereka pasti goyang," katanya.

Dia juga menndesak agar Pemerintah Indonesia harus mengingatkan Malaysia mengenai gaji dan pembayaran pekerja yang harus diseuaikan dengan Upah Minimum Regional setempat.

Sementara itu, data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalbar, dalam lima tahun belakangan ini, periode 2004-2009, tercatat sebanyak 20.016 orang yang bekerja di Malaysia.

Sebagian besar para TKI yang mengadu nasib di negeri Jiran bekerja di perusahaan perkebunan, plywood, dan jasa konstruksi. Beberapa diantaranya juga ada yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. TKI dari Kalbar mayoritas bekerja di Malaysia Timur. Sarawak yang paling banyak. [hta/rm]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar