22/06/2009
Semarang, CyberNews. Perkembangan rencana revitalisasi Pasar Johar kembali menjadi sorotan. Penataan pasar tradisional terbesar di Kota Semarang itu perlu segera dilakukan, supaya perekonomian di kawasan tersebut tetap hidup dan berkembang.
Kepada Suara Merdeka, Kabid Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang M Farchan mengatakan, proses revitalisasi Pasar Johar tetap akan dijalankan, sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Pada pelaksanaannya, hasil <I>feasibility study<P> (FS) yang telah selesai disusun, harus menjadi pedoman bagi perencana revitalisasi.
"Ada satu poin penting dalam FS tersebut, yakni bangunan Pasar Johar yang merupakan benda cagar budaya tidak boleh dihancurkan," kata Farchan, Senin (22/6).
Sebelumnya, pada pertemuan di hadapan jajaran direksi dan manajemen <I>Suara Merdeka<P> di Jl Pandanaran 30, Minggu (21/6), Wapres Jusuf Kalla kembali menyoal pengembangan Pasar Johar.
Dikatakannya, penanganan Pasar Johar hendaknya tidak dilakukan secara setengah-setengah.
Wapres mengatakan, hanya ada dua pilihan pertimbangan dalam mengatasi kesemrawutan pasar yang menjadi <I>trademark<P> Kota Semarang itu."Tinggal pilih saja, untuk masa lalu atau masa depan," kata Kalla.
Terkait pernyataan Kalla itu, Farchan menjelaskan, revitalisasi kawasan Pasar Johar merupakan langkah yang didasari pertimbangan ke masa depan.
Dalam revitalisasi itu, kawasan yang telah mengalami degradasi ekonomi dan lingkungan, perlu dibangkitkan lagi dengan melakukan langkah penataan.
"Tapi bukan berarti, penataan yang berorientasi ke depan sama dengan membongkar," katanya.
Dia menambahkan, di kawasan Pasar Johar terdapat dua bangunan yang menjadi ikon atau tetenger kawasan, yakni Masjid Kauman dan bangunan Pasar Johar itu sendiri.
Kalau salah satu atau keduanya rusak atau hancur, menurut dia, kemenarikan kawasan tersebut justru hilang.
"Ketika Pasar Johar dihancurkan atau dibongkar, dengan sendirinya salah satu ikon Kota Semarang akan hilang. Jika itu terjadi, kawasan Pasar Johar pasti sudah tidak menarik lagi."
(Achiar M Permana /CN13)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar