19 Juni 2009

Pedagang Buku Sriwedari Mengeluh Sepi


Kamis, 18 Juni 2009

TEMPO Interaktif, Surakarta: Puluhan pedagang buku yang berada di kawasan Sriwedari Surakarta mengeluh sepinya penjualan buku pelajaran. Padahal biasanya para pedagang selalu kebanjiran pembeli pada saat pergantian tahun ajaran baru. Para pedagangpun saat ini lebih memilih untuk menjual buku umum daripada buku pelajaran.

"Beberapa tahun yang lalu tempat ini ramai dikunjungi pembeli setiap pergantian tahun ajaran," kata Ketua Paguyuban Pedagang Kios Buku Belakang Sriwedari (PPKBBS) Muhammad Ma'ruf. Menurutnya, para pembeli lebih memilih membeli di tempat tersebut daripada di toko buku besar. "Karena lebih murah hingga 30 persen," kata Ma'ruf.

Hanya saja dalam dua tahun terakhir, peminat buku di tempat tersebut berangsur menurun. "Sejak adanya buku sekolah elektronik yang harganya jauh lebih murah," kata Ma'ruf. Untuk turut memperdagangkan buku sekolah elektronik, para pedagang juga kalah bersaing dengan distributor yang menawarkan buku tersebut ke sekolah-sekolah.

Menurut Ma'ruf, saat ini para pedagang memilih beralih menjual buku-buku pengetahuan umum dan agama. "Penjualan lebih stabil meskipun tidak terlampau besar jumlahnya," kata Ma,ruf. Hanya saja untuk buku kumpulan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada saat ini sangat diminati. "Para pedagang sampai kehabisan stok," kata Ma'ruf.

Salah satu pedagang, Purwadi membenarkan jika buku kumpulan soal SNMPTN saat ini banyak dicari oleh masyarakat. "Namun pasokan dari penerbit hanya terbatas," kata Purwadi. Para pembeli yang kehabisan akhirnya beralih ke buku-buku kumpulan soal Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). "Harganya jauh lebih murah sedangkan isi soalnya banyak yang mirip," kata Purwadi.

 


AHMAD RAFIQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar