Jum'at, 19 Juni 2009
Berita Kota
JAKARTA, BK
Penyebaran virus HIV/AIDS di Jakarta kian mengkhawatirkan. Hampir 70% penderita adalah pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian, 29% akibat perilaku seks bebas dan menyimpang, 1% akibat transfusi darah. Ironisnya para penderita berusia produktif antara 19 hingga 25 tahun.
Berdasarkan rasa keprihatinan itulah perusahaan swasta bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pemkot Jakarta Pusat meluncurkan program pencegahan primer penyebaran HIV/AIDS dan narkoba dengan tema 'Jakarta Stop AIDS'.
Acara yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Jakpus, Kamis (18/6) dihadiri Asisten Kesehatan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta Effendi Anas, Walikota Sylviana Murni, Ketua Pelaksana Harian KPA Provinsi DKI Rohana Manggala, Sekjen YCAB Iskandar Irwan Hukom, 160 siswa-siswi, dan para guru sekolah yang menjadi duta Jakarta Stop AIDS. "Melalui gerakan kepedulian ini saya harap penularan dan penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta bisa dicegah lebih dini dan angka penderita menurun," ujar Effendi Anas.
Rohana Manggala mengatakan, hampir 70% penularan penderita HIV/AIDS di Jakarta dipicu pemakaian jarum suntik secara bergantian oleh para pecandu narkoba, 29% akibat prilaku seks bebas dan seks menyimpang, 1% akibat transfusi darah. Rata-rata penderitanya berusia 19-25 tahun.
Iskandar Irwan Hukom, Sekjen YCAB menambahkan, pihaknya konsisten mengusung misi menyelamatkan anak muda dari penyalahgunaan narkoba melalui penyadaran, pendidikan, dan pengembangan masyarakat. O amh
19 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar