Sabtu, 20/06/2009
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung - TKI asal Bandung yang diduga tewas terbakar di Riyadh, Antin Suprihatin (34), jenazahnya dikabarkan akan tiba di Bandung sekitar dua minggu lagi. Hal tersebut dikatakan pihak keluarga almarhum, Deden Budi (37), kepada detikbandung melalui telepon, Sabtu (20/6/2009).
"Kabarnya, dua minggu lagi jenazah Antin akan dipulangkan ke Bandung," Deden.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat keluarga, jenazah Antin saat ini masih berada di Riyadh. Kendati begitu, kata Deden, pihak keluarga berharap jenazah ibu tiga anak itu bisa dibawa ke Bandung secepatnya.
"Kami minta jenazah secepatnya dipulangkan ke Bandung. Keluarga ingin Antin dimakamkan di Bandung," harap Deden.
Antin dikabarkan tewas terbakar, berdasarkan pemberitahuan dari PT Gapura Duta Persada yang memberangkatkan Antin. Informasi ini diperkuat fax dari KBRI di Ryadh nomor BB-273/Ryadh/V/09 tertanggal 31 Mei 2009. Surat tersebut dikirim perwakilan RI di Ryadh kepada Menlu melalui Direktur Perlindungan WNI, juga kepada Menakertrans dan direktur PT Gapura Duta Persada.
Dalam surat tersebut, Antin disebut meninggal karena terbakar. Namun kolom informasi kapan Antin meninggal tidak diisi.
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung - TKI asal Bandung yang diduga tewas terbakar di Riyadh, Antin Suprihatin (34), jenazahnya dikabarkan akan tiba di Bandung sekitar dua minggu lagi. Hal tersebut dikatakan pihak keluarga almarhum, Deden Budi (37), kepada detikbandung melalui telepon, Sabtu (20/6/2009).
"Kabarnya, dua minggu lagi jenazah Antin akan dipulangkan ke Bandung," Deden.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat keluarga, jenazah Antin saat ini masih berada di Riyadh. Kendati begitu, kata Deden, pihak keluarga berharap jenazah ibu tiga anak itu bisa dibawa ke Bandung secepatnya.
"Kami minta jenazah secepatnya dipulangkan ke Bandung. Keluarga ingin Antin dimakamkan di Bandung," harap Deden.
Antin dikabarkan tewas terbakar, berdasarkan pemberitahuan dari PT Gapura Duta Persada yang memberangkatkan Antin. Informasi ini diperkuat fax dari KBRI di Ryadh nomor BB-273/Ryadh/V/09 tertanggal 31 Mei 2009. Surat tersebut dikirim perwakilan RI di Ryadh kepada Menlu melalui Direktur Perlindungan WNI, juga kepada Menakertrans dan direktur PT Gapura Duta Persada.
Dalam surat tersebut, Antin disebut meninggal karena terbakar. Namun kolom informasi kapan Antin meninggal tidak diisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar