19 Juni 2009

100 Rumah Pemulung Dibangun

Sabtu, 20 Juni 2009
Berita Kota

 BEKASI, BK
Sebanyak 100 unit rumah semipermanen untuk pemulung akan dibangun di sekitar areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, menyusul peristiwa kebakaran yang menghanguskan 105 unit rumah gubuk milik pemulung pada Kamis (18/6) lalu. Hanya pemulung tertentu yang bisa menempati rumah tersebut.

Menurut Direktur Pro Mega Center Mochtar Mohamad yang juga Walikota Bekasi, Jumat (19/6) siang, pembangunan rumah itu sudah dimulai dan diperkirakan akan berakhir pada 26 Juni. Dana pembangunan rumah itu, kata dia, bersumber dari para pendukung pasangan Capres-Cawapres Megaswati-Prabowo.

Dikatakan, sejumlah calon penyumbang menyatakan segera membantu pembangunan 100 unit lagi, untuk tempat tinggal ribuan pemulung di sana. Mereka rela menyumbang dana untuk membangun gubuk para pemulung di sekitar TPA Bantargebang. Kami hanya menyiapkan bangunan, termasuk fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK). Untuk tagihan listrik ditanggung para penghuni," jelasnya.

Mochtar menambahkan, rumah yang akan dibangun itu jauh lebih layak jika dibandingkan dengan gubuk-gubuk yang ditempati para pemulung selama ini. "Memang sangat sederhana, tapi cukup memadai bagi pemulung. Sebab, bangunannya akan lebih tertata," kata Mochtar seraya menegasakan, proyek itu sama sekali tidak menggunakan dana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Ihwal pemulung berhak menempati rumah itu, menurut Mochtar, kelak akan diseleksi. Yang pasti penghuninya adalah pemulung tetap atau sudah lama dan menetap di sekitar TPA. Ada kemungkinan pula di antara mereka adalah korban kebakaran kemarin. "Kita lihat nanti, berapa jumlah pemulung yang rumahnya terbakar bisa menempati rumah yang dibangun di lokasi berbeda ini," kata Mochtar. O hem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar