22 Juni 2009

Sistem Monitor Upaya Mencegah Kekerasan Pada TKI

22/06/2009


Jakarta, CyberNews. Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Asia Pasifik (Aspac) dan Amerika Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Anjar Prihantoro, menilai sistem monitor merupakan salah satu upaya mencegah tindak kekerasan TKI di luar negeri.

"Kasus-kasus TKI mungkin bisa diantisipasi jika 'monitoring system' (sistem monitor) berjalan dengan baik," ungkap Anjar Prihantoro kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Monitoring itu lanjut Anjar Prihantoro dilakukan oleh sebuah Lembaga monitoring yang dibentuk Konjen dan Kedubes RI yang ada di luar negeri untuk mengawasi semua TKI, katanya.

"Namun masalahnya, TKI informal banyak yang tidak terdeteksi karena mereka datang sebagai pekerja ilegal. Inilah yang menjadi salah satu persoalan yang harus dipecahkan bersama," Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Aspac dan Amerika.

Monitoring dilakukan sejak TKI tiba di negara tujuan hingga ke tempatnya bekerja, katanya.

"Sesuai aturan, TKI yang datang ke suatu negara harus melapor ke perwakilan kita di negara itu yakni Konjen (Konsulat Jenderal) atau Kedubes RI. Sebenarnya, tidak mesti TKI itu sendiri yang melapor tetapi bisa juga diwakili oleh pengirimnya atau perusahaan jasa TKI," ujar Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Aspac dan Amerika tersebut.

Keberadaan TKI dipantau secara berkala, minimal sekali sebulan baik melalui kunjungan langsung ke tempat kerja TKI bersangkutan maupun melalui telepon.

"Masalah yang paling sering timbul yakni, terputusnya komunikasi antara TKI dan keluarganya sehingga jika terjadi sesuatu, pihak keluarga tidak mengetahui nasib TKI tersebut," ungkapnya.

"Namun, jika sistem monitoring berjalan dengan baik, pihak keluarga TKI bisa menanyakannya kepada lembaga monitoring tersebut," kata Anjar Prihantoro.

Permasalahan TKI banyak disebabkan  perekrutan yang dilakukan langsung tanpa melalui prosedur, TKI yang menggunakan visa kunjungan biasa serta masalah hari libur TKI.

"Jika sistem monitoring berjalan dengan baik, TKI ilegal bisa dideteksi sejak awal," ujarnya. 

(Ant /CN13)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar