22 Juni 2009

Pembukaan TK Anak Jalanan Warnai Hari Anak


By Republika Newsroom
Senin, 22 Juni 2009 pukul 10:23:00

SURABAYA--Pembukaan taman kanak-kanak (TK) khusus bagi anak jalanan akan mewarnai peringatan Hari Anak se-Dunia di Surabaya, Selasa (23/6).

Tempat penyelenggaraan TK Bimbingan Ibu dan Anak-anak Negara (BIAN) itu berada di Sanggar Alang-alang, sanggar yang menaungi para anak jalanan di Jalan Gunung Sari Nomor 24, Kota Surabaya. "TK itu kami rintis sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan nanti ada yang turut peduli," kata pendiri Sanggar Alang-alang, Didit Hari Purnomo di Surabaya, Senin.

Selama ini sanggar yang berada di belakang Terminal Joyoboyo tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar dan mengasah keterampilan. "Sekarang kami ingin memberikan wadah pendidikan bagi anak jalanan berusia tiga sampai lima tahun," kata reporter senior TVRI ini.

Pendirian TK BIAN itu dilatarbelakangi oleh keprihatinannya pada persoalan ekspolitasi anak. "Banyak orangtua yang menyewakan bayinya sampai berusia lima tahun kepada seseorang untuk diajak mengemis dan mengamen," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mensyaratkan anak jalanan yang masuk TK BIAN harus didampingi orangtuanya masing-masing selama mengikuti masa pendidikan. "Dengan demikian, keberadaan TK itu nanti bisa mengurangi jumlah bayi dan anak yang dieksploitasi orangtuanya," kata Didit.

Sejauh ini perhatian pemerintah termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terhadap program pendidikan anak usia dini (PAUD) masih sangat minim. "Memang PAUD itu penting, tetapi sayangnya hampir semua daerah di Jatim tidak menjadikannya sebagai program pendidikan prioritas," kata Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Jatim Purniasih di Surabaya, Rabu (17/6) lalu.

Menurut dia, seharusnya pemerintah daerah termasuk Pemprov Jatim menjadikan PAUD sebagai program wajib belajar pendidikan dasar. "Mestinya tidak hanya sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tetapi PAUD juga bisa dimasukkan dalam program wajib belajar pendidikan dasar," katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan kecerdasan otak anak sudah terlihat sejak bayi hingga usia enam tahun. "Menurut pendapat para ahli, usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (golden age) anak-anak. Oleh karena itu, perlu ada pembinaan," kata istri Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Rasiyo ini. (Ant/yto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar