By Republika Newsroom
Sabtu, 20 Juni 2009
MALANG--Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Malang, Jawa Timur, terpaksa menghentikan sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal daerah itu, terutama dengan tujuan Malaysia.
Kepala Disnakersos Kota Malang, Wahyu Santoso, Sabtu, mengakui, kebijakan dari Menakertrans tersebut memang belum disahkan, namun pihaknya harus melakukan proteksi dan pengawasan super ketat terkait pengiriman TKI ke Malaysia oleh perusahaan Pengerah Jasa TKI (PJTKI) yang beroperasi di daerah itu. "Kemungkinan untuk bulan Juni, pengiriman TKI khusus ke Malaysia kami hentikan dulu, mengingat banyaknya kasus kekerasan dan perlakuan tidak wajar yang dialami para TKI terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW) di negeri jiran itu," tegasnya.
Menurut dia, kasus penyiksaan dan perlakuan tidak wajar terhadap Siti Hajar, salah seorang TKW di Malaysia itu hanya salah satu contoh kasus saja dan masih banyak kasus-kasus serupa yang belum atau bahkan tidak terungkap ke permukaan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Pengerah Jasa TKI (Apjati) Jatim, Eddy Widarto, menegaskan, pihaknya tidak akan menghentikan pengiriman TKI ke luar negeri, termasuk Malaysia, sebab penyetopan bukan solusi terbaik bagi TKI, tetapi regulasi yang harus dibenahi.
Presiden Direktur PT Dharmakerta Raharja itu menegaskan, regulasi kebijakan yang tertuang dalam Undang-undang ketenagakerjaan itu yang seharusnya diamandemen, karena ada beberapa klausul yang merugikan calon TKI. "Saya rasa kalau TKI yang diberangkatkan ke Malaysia itu melalui prosedur dan jalur yang sah, saya rasa tidak akan sampai ada kasus penganiayaan yang terabaikan, sebab PJTKI yang mengirim pasti akan mengupayakan semua hak-hak TKI bersangkutan," tegasnya.
Selama kurun waktu 2009, pengiriman TKW ke Malaysia mengalami penurunan. Pada Bulan Januari, sebanyak enam dari 72 orang yang berangkat ke luar negeri, Februari dan Maret masing-masing hanya satu orang, bahkan April dan Mei sama sekali tidak ada.
Total TKW yang diberangkatkan dari PJTKI Kota Malang, Januari sebanyak 72 orang, Februari 47 orang, Maret 30 orang, April 46 orang dan Mei sebanyak enam orang dengan tujuan terbanyak Singapura, Taiwan dan Hongkong.
Jumlah perusahaan PJTKI di Kota Malang sebanyak 55 perusahaan yang tersebar di lima kecamatan di kota itu. Ant/yto
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar