22 Juni 2009

Lagi, TKI Mendapat Siksaan Majikan

Senin, 22 Juni 2009
Okezone.com

PEKALONGAN - Ida Ada (17) seorang TKI asal Pekalongan, Jateng, hingga kini masih shock dan sulit diajak berkomunikasi. Jika ditanya hanya bisa menangis dan tidak mau keluar kamarnya.

Kondisi Ida Ada memprihatinkan. Sekujur tubuhnya terdapat bekas luka disiram air panas dan diseterika. Selain itu, di tubuh korban terdapat luka cambuk dan rambutnya digunting. Gaji korban pun tidak pernah diberikan secara penuh dan dipulangkan paksa majikan dari Arab Saudi.

"Katanya dicambuk, diseterika, saat masih kerja. Nggak salah ini, memang begitu katanya," keluh Kastinah, ibu korban.

Ketua Perkumpulan Pelaksana Penempatan TKI Swasta di Pekalongan, Budi mempertanyakan mengapa TKW yang pulang dengan kondisi terluka bisa lolos dari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Nah, ini saya kurang tahu kok bisa lolos sampai ke daerah tanpa surat keterangan dari BNP2TKI. Padahal, sebetulnya TKI pulang dalam keadaan sakit, itu harusnya dibawa ke Rumah Sakit Polri," kata Budi.

Sementara itu, laporan Budi ke Polres Pekalongan tidak digubris dengan alasan harus dilaporkan ke polisi di Arab Saudi dengan bantuan interpol.

Kekerasan juga diduga telah menimpa salah seorang TKI asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Nurjanah yang bekerja di Arab Saudi. Penyiksaan terhadap TKI ini diperoleh dari informasi yang dikirim korban lewat pesan pendek maupun telepon kepada keluarga di kampung halamannya.
Korban mengaku ditampar dan ditendang di bagian mulut hingga berdarah. Dalam satu kesempatan, korban bahkan meminta pertolongan untuk segera dibawa keluar rumah dan dipulangkan ke Tanah Air.

"Kalau dia (Nurjanah) habis nelpon langsung di-SMS, 'Kak sorry, aku matiin teleponnya soalnya majikanku ada.' Setelah itu telepon lagi kasih tahu begini keadaanku kak, mulut aku bengkak kak sampai keluarkan darah," kata Suwarni, kakak korban.

Pihak keluarga korban shock mendengar kabar penyiksaan ini dan berharap pihak PT Hosana Adi Kreasi, selaku penyalur TKI dan Departemen Luar Negeri segera memulangkan korban ke Tanah Air. (LIHAT Video)(RCTI/RCTI/ahm)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar