21 September 2009

Remitansi TKI Mencapai Rp 6,6 Triliun

21 September 2009 

Media Indonesia


JAKARTA--MI: Menakertrans Erman Suparno saat inspeksi mendadak di Terminal 2 D Bandara Soekarno Hatta Jakarta mengatakan, pengiriman uang (remitansi) menjelang Lebaran ke Indonesia oleh TKI mencapai Rp 6,6 triliun yang artinya terjadi lonjakan 30% dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Sebagian besar dan yang dikirim via bank itu dilakukan oleh TKI yang bekerja di Timur Tengah, Malaysia, dan Hong Kong dari 3,8 juta orang Indonesia yang bekerja di seluruh dunia. Siaran pers Depnakertrans yang diterima di Jakarta, Sabtu, itu menyebutkan data berasal dari Bank Indonesia.  "Angka itu relatif sama jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujarnya. Tahun lalu, menurut data Depnakertrans, remitansi mencapai US$6,710 miliar.

Erman menjelaskan, remitansi yang disebutnya hanya berasal dari data perbankan dan belum memperhitungkan uang yang dibawa langsung TKI pulang. "Jadi angka itu angka resmi dari perbankan. Diperkirakan dana (upah) yang dibawa langsung TKI jumlahnya sama dengan dana yang dikirim via bank," kata Menteri.

Arus mudik
Dihapuskannya keperluan rekomendasi dari KJRI juga membuat mereka yang bekerja di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Yaman, juga dari Malaysia bisa mudik dengan mudah. "Rata-rata per hari TKI yang kembali ke Tanah Air bisa mencapai 1.000 orang dan diperkirakan mendekati hari Lebaran akan terus meningkat," kata Erman.

Angka itu relatif lebih besar dibandingkan tahun lalu karena bertepatan dengan selesainya periode kontrak TKI. Arus mudik Lebaran kali ini juga memadati Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta khusus untuk kepulangan TKI. Sama halnya dengan arus mudik domestik, kepulangan TKI ke Indonesia juga diperkirakan berada pada puncaknya Jumat (18/9).

Kepala Bidang Operasi Bandara Soekarno Hatta sekaligus Ketua Posko Lebaran Jaya Tahoma Sirait memperkirakan puncak mudik untuk TKI bisa mencapai 1.200 orang, pada Jumat lalu (18/9). Rata-rata per hari bisa mencapai 800 TKI. Jaya menjelaskan, menjelang. Lebaran terjadi kenaikan sebanyak 8 persen dibandingkan hari-hari biasa. (Ant/OL-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar