13 September 2009

Malaysia Diminta Tidak Usir TKI Bermasalah sampai Hari Raya

Sabtu, 12 September 2009

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com Pemerintah Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, meminta Pemerintah Malaysia tidak mengusir TKI bermasalah mulai 17 September 2009 hingga usai perayaan Idul Fitri 1430 H.


"Kapal Pelni yang membawa TKI pulang ke kampungnya dari Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, tidak berlayar mulai 17 September 2009 hingga setelah Lebaran. Karena itu, kami meminta Pemerintah Malaysia tidak memulangkan TKI bermasalah untuk sementara waktu," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjung Pinang, Said Parman, setelah berbuka puasa dengan pers, Sabtu (12/9).


Said mengemukakan, jumlah TKI bermasalah yang diusir Pemerintah Malaysia selama bulan suci Ramadhan lebih banyak dibandingkan dengan hari biasanya. Setiap pekan, sejak bulan puasa, jumlah TKI bermasalah yang diusir Pemerintah Malaysia mencapai 600 orang dalam sepekan, sedangkan pada bulan sebelumnya hanya 400 orang dalam setiap pekan.


"Biasanya, Pemerintah Malaysia hanya dua kali dalam sepekan memulangkan TKI bermasalah ke Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, tapi sekarang bisa empat kali dalam sepekan," ujarnya.

TKI yang diusir Pemerintah Malaysia tinggal untuk sementara waktu di penampungan Satgas TKI Kota Tanjung Pinang. Mereka akan dipulangkan ke kampungnya dengan menggunakan kapal Pelni. "Namun, kapal Pelni tidak berlayar mulai 16 September 2009," katanya.


Jumlah TKI bermasalah yang diusir Pemerintah Malaysia ke Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang tahun 2004 sebanyak 69.081 orang, tahun 2005 sebanyak 10.752 orang, tahun berikutnya 23.907 orang, tahun 2007 sebanyak 34.995 orang, tahun 2008 sebanyak 35.353 orang, dan Januari-Agustus 2009 sebanyak 23.340 orang.


"Jumlah TKI bermasalah yang dipulangkan ke Indonesia setiap tahun bertambah banyak," kata Said.


KSP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar