21 September 2009

Kiriman Uang TKI NTB Meningkat

18 September 2009

Lombok.com

MATARAM – Selama delapan bulan terakhir, pendapatan TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di Saudi Arabia dan Malaysia meningkat. Kalau selama 12 bulan pada tahun 2008 lalu penghasilan mereka yang dikirimkan kepada keluarganya sebanyak Rp533 miliar, maka pada selama delapan bulan terakhir ini, sampai dengan Agustus 2009 saja sudah mencapai Rp431,018 miliar atau 81 persen. Padahal pada periode yang sama Januari-Agustus 2008 baru mencapai Rp311,051 miliar.


Perkiraan Peneliti Ekonomi Muda Senior Bank Indonesia Mataram Thomy Andryas, sampai akhir tahun nanti besarannya akan lebih tinggi dari tahun lalu. ''Ini menandakan TKI terpengaruh krisis,'' ujar Thomy yang juga juru bicara Bank Indonesia Mataram menjelaskan, hari ini.


Alasannya adalah bahwa para TKI/TKW asal NTB tersebut bekerja di lingkungan rumah tangga. Sebab yang terbanyak umumnya adalah kiriman uang para TKW yang bekerja di Saudi Arabia hingga Rp200,95 miliar atau 46,60 persen dan yang bekerja di Malaysia yang kebanyakan sebagai pekerja kebun sebesar Rp74,47 miliar atau 17 persen.


Besarnya kiriman uang para pekerja NTB tersebut dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah selain untuk kebutuhan keluarga yang ditinggalkan apabila dipergunakan untuk usaha produktif. ''Multi plyer effectnya bisa lebih baik jika dipakai usaha,'' kata Thomy.


Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan dan Penempatan TKI NTB Hamzah menyebutkan tingginya pendapatan TKI/TKW yang dikirimkan ke rumahnya disebabkan mereka kebanyakan perempuan yang hidup berada di dalam lingkungan majikan. ''Jadi pendapatannya utuh,'' ucapnya. Beda dengan para pekerja NTB di Malaysia yang kebanyakan laki-laki sebagai pekerja kebun kelapa sawit. Mereka menanggung sendiri biaya hidupnya sehari-hari.(supriyantho khafid/lomboknews)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar