24 Oktober 2009

Pemulangan TKI di Penampungan, Agenda 100 Hari Muhaimin

22 Oktober 2009


TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berjanji memasukkan agenda pemulangan ribuan tenaga kerja Indonesia di negara penempatan

"Akan masuk dalam program 100 hari, termasuk kunjungan saya ke negara yang ada penampungan," janji Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar ketika ditemui usai serah terima jabatan di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu (22/10)

Departemen akan memverifikasi tenaga kerja yang masih tinggal di penampungan. "Ada yang masih menunggu hak-haknya, itu akan kami cek sehingga bisa dipercepat," urainya. Tenaga kerja yang akan dipulangkan juga perlu dipastikan apakah masih ada keinginan untuk bekerja lagi. Muhaimin menyatakan akan memberi kesempatan bagi yang ingin bekerja lagi.

"Saya akan datang ke Malaysia dan Saudi Arabia untuk menyiapkan perlindungan disana," imbuhnya. PIhaknya akan bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri. Termasuk masalah ratifikasi Konvensi Buruh Migran 1990. "Konvensi ILO akan jadi prioritas, tapi dikoordinasikan dengan Departemen Luar Negeri dan Presiden," jelasnya.

Di dalam negeri, ia menyatakan, segera merevitalisasi dan memperketat proses pengiriman tenaga kerja Indonesia. "Ditahan dulu untuk berangkat agar tidak menjadi beban di kemudian hari," ujarnya. Cara kerjanya, ia melanjutkan, salah satunya dengan memanggil Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (HIMSATAKI) Yunus M.Yamani mengungkapkan usulan pemulangan tenaga kerja tersebut dari asosiasinya. "Harus dipulangkan, ada kurang lebih 1000 orang di luar negeri," katanya ketika ditemui terpisah.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Masalah seperti asuransi tenaga kerja saja, kata Yunus, tidak berjalan. Asuransi seharusnya punya kerjasama dengan pengacara di luar negeri, faktanya justru tidak ada yang berjalan. Akibatnya masalah klaim sulit dicairkan bagi tenaga kerja yang terkena kecelakaan di luar negeri.

Dalam dua, tiga hari kedepan, asosiasi akan bertemu langsung dengan Menteri terpilih. "Akan ada masukan sekaligus masa perkenalan." urai Yunus. Ia berharap figur baru di Departemen, akan membawa harapan baru.

Erman Suparno, bekas Menteri sebelumnya, mengaku gembira estafet berada di orang terdekatnya. 'Dia adalah ketua umum partai, saya dahulu bendaharanya," ucapnya. Dengan mengenal lebih dekat Muhaimin, ia menambahkan, perjuangannya lebih mudah untuk diteruskan.


DIANING SARI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar