20 Oktober 2009

Lokasi Dagangan Diblokade Nyali PKL Ciut

Lokasi Dagangan Diblokade Nyali PKL Ciut
Rabu, 21 Oktober 2009 00:00

JAKARTA, BK


Pedagang kaki lima (PKL), Jl Kemayoran Gempol, Kebonkosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, hanya bisa gigit jari. Sebab lokasi dagang mereka 'diblokade' puluhan petugas Satpol PP kecamatan setempat. Kendati demikian, para pedagang akan kembali berjualan jika petugas mengendurkan penjagaannya.

Seperti biasa, para pedagang membuka lapak pada sore hari. Namun pada Selasa (20/10), saat pedagang akan membuka lapak sekitar pukul 16.00, puluhan personil Satpol PP Kecamatan Kemayoran sudah tiba lebih dahulu di Jl Kemayoran Gempol. Tujuannya menjaga jalan tersebut, dari serbuan PKL yang telah menganggap jalan itu sebagai 'pasar malam'.

Melihat kemunculan petugas, pedagang yang tengah bersiap membuka lapak, mengurungkan rencananya. Mereka tidak berani membuka lapak lantaran khawatir diangkut.

Wakil Camat Kemayoran Yadi Rusmayadi mengatakan, penjagaan di Jl Kemayoran Gempol telah dilakukannya sejak Senin (19/10), lalu. Dasarnya, surat kesepakatan bersama yang telah ditandatangani beberapa koordinator pedagang. "Dalam surat itu, pedagang tak lagi menggelar lapak di Jl Kemayoran Gempol per 18 Oktober. Bila nekat akan ditindak," katanya.

Penandatanganan itu dilakukan setelah pihaknya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pedagang. Karenanya untuk menindaklanjuti surat tersebut, sejak 19 Oktober lalu jalan tersebut dijaga. Aksi penjagaan ini akan dilakukan setiap hari, pekan pertama adalah pendudukan. Setelah itu melakukan patroli wilayah secara rutin. "Waktu penjagaannya dari pukul 16.00 hingga 22.00," tambah Yadi.

Beberapa pedagang mengakui, sebelumnya ada perjanjian dengan petugas untuk tak lagi berdagang di Jl Kemayoran Gempol. Mengingat, kebutuhan hidup tak bisa ditunda, mau tak mau mereka tetap berdagang. "Kita belum dapat tempat dagang baru. Selain itu, kita juga belum mengabarkan kepindahan kepada pelanggan. Jadi, kita tetap berjualan di Jl Kemayoran Gempol. Mudah-mudahan masih bisa melakukan aksi kucing-kucingan," kata Ahmad, salah seorang pedagang. O amh

http://www.beritakota.co.id/berita/kota/17509-lokasi-dagangan-diblokade-nyali-pkl-ciut-.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar