23 Oktober 2009

Geliat Festival Kampoeng Pinggir Kali

Jakarta - Rusyati (56) sudah tidak lagi membuang sampah rumah tangga sembarangan. Sejak satu semester lampau, ia dan puluhan ibu rumah tangga lain membuat tempat pembuangan sampah kolektif. Lalu, sampah rumah tangga didaur ulang, setelah dipilah sebelumnya.

"Sebelumnya buang sampah ya ke kali Cipinang ini," katanya menunjuk sungai yang melintang di belakang rumahnya, RT 12/5 Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2009).

"Penghormatan" terhadap sungai itu bermula dari kampanye peduli lingkungan oleh sejumlah LSM di wilayah itu. Relawan keluar masuk gang dan menyisir sungai yang hitam, menebar bau tidak sedap dan lebih menyerupai comberan.

"Kita survei dan kita adakan kegiatan. Namanya Festival Kampoeng Pinggir Kali sampai Minggu (25/10)," tutur Maria, relawan dari salah satu LSM pecinta lingkungan.

Upaya itu, menurut sejumlah relawan, untuk menghidupkan lagi budaya pinggir kali yang santun. Kali atau sungai, pada mulanya merupakan sahabat manusia. Hampir seluruh aktivitas bermula dari sungai dan berakhir di gemericik air yang sama.

"Sayangnya, peradaban sungai tercemari kemajuan teknologi. Ada limbah, ada
pengurukan, ada pencemaran," ucapnya.

Dengan kenyataan tersebut, sejumlah LSM berupaya mengingatkan budaya sungai yang santun itu. Berbagai agenda dibuat dengan melibatkan balita, anak kecil sampai ibu-ibu. Kemudian kali dibersihkan, tembok yang kusam dicat ulang. Jalan sempit ditata kembali dan saluran air bersih diperbaiki. Singkat kata, pemukiman padat di pinggir kali Cipinang itu disulap menjadi lebih elok dari biasanya.

"Dan yang terpenting, membangun pola hidup bersih dan cinta lingkungan," ucapnya.

(Ari/mad)


http://www.detiknews.com/read/2009/10/21/164032/1225850/10/geliat-festival-kampoeng-pinggir-kali


Tidak ada komentar:

Posting Komentar