19 Oktober 2009

50% Penduduk Tanpa WC

50% Penduduk Tanpa WC
Selasa, 20 Oktober 2009 03:13

Hampir dua juta warga Kabupaten Bogor tidak memiliki fasilitas MCK yang memadai di rumah. Mereka mandi dan membuang air di sungai dekat rumahnya.

LEBIH kurang 50% warga Kabupaten Bogor belum memiliki fasilitas water closet (WC) di rumah mereka. Untuk buang air besar (BAB) dan mandi, warga masih memanfaatkan sungai di perkampungannya.

Fakta itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Tri Wahyuni Harini, Senin (19/10). Menurut dia, selain faktor kebiaasan, kondisi ini akibat kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.

Gambaran itu, kata Tri, diperoleh berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) 2005. Dari 3,80 juta jiwa penduduk Kabupaten Bogor, lanjut dia, tidak kurang dari 1,90 juta jiwa tidak memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang memadai di rumah. "Selama ini masyarakat Kabupaten Bogor selalu berpikir tradisional. Mereka kurang peduli pada masalah kesehatan. Padahal, pemerintah daerah telah menggeber program kesehatan bagi masyarakat," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, ujar Tri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuat program Community Lead Total Sanitation (CLTS). Melalui program ini petugas melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menyadarkan mereka agar tidak BAB di tempat terbuka, seperti sungai.

Program yang pertama kali diperkenalkan Kamal Kar di Distrik Rajshahi Bangladesh pada 1999 itu, sambung Tri, dikembangkan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor, bersama lembaga Daya Pendidikan Desa sejak 2001.

Berkat program ini, lanjutnya, hampir 35 desa di Kabupaten Bogor sudah memiliki fasiltas MCK. Meski masih sedikit, Tri menganggap kondisi ini sebagai langkah awal yang bagus. "Mereka tidak mempunyai toilet bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurang memiliki kesadaran pentingnya kebersihan," ujarnya

Dalam program ini, bagi desa yang membutuhkan bantuan pembangunan MCK, Dinkes menetapkan beberapa kriteria, seperti di desa itu terdapat mata air, partisipasi masyarakat cukup tinggi, dan tempat tersebut sering menjadi sarang penyakit endemik.

Diungkapkan, salah satu desa yang belum memiliki fasilitas MCK yang layak adalah Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari.

Camat Tanjungsari Beben Suhendar mengaku sangat prihatin atas kondisi tersebut. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, kata dia, tekad Pemkab Bogor mewujudkan visi kota yang bertaqwa, sangat jauh. Saat ini, kata dia, di Desa Buana Jaya masih ada sekitar 1.000 warga yang belum punya fasilitas MCK.

"Dari 270 rumah di kampung itu, hanya 18 rumah yang memiliki WC. Sebagian besar warga BAB di kebun atau sungai. Hal itu sudah turun-temurun," ungkapnya.

Untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya WC (MCK) di dalam atau di luar rumah, kata camat, pihaknya sudah melakukan berbagai cara. Sayangnya, keluhnya, sejauh ini berbagai upaya belum juga mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan meningkatkan kesehatan dengan tidak BAB di sembarang tempat. O sid

  http://www.beritakota.co.id/berita/bodetabek/17413-50-penduduk-tanpa-wc.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar