27 Oktober 2009

Pemkot Jakbar Bongkar Bangunan di Bantaran Kali Angke

Antisipasi Banjir
Pemkot Jakbar Bongkar Bangunan di Bantaran Kali Angke
Jumat, 23 Oktober 2009 22:02 WIB      0 Komentar
Penulis : Intan Juita

JAKARTA--MI: Pemkot Jakarta Barat membongkar paksa ratusan bangunan liar di bantaran Kali Angke, Rawa Buaya, Jumat (23/10). Sekitar 200 aparat gabungan satpol PP, polisi, dan TNI dikerahkan dalam melakukan penertiban tersebut.

Beberapa warga mencoba menghalang-halangi petugas yang melakukan pembongkaran menggunakan palu dan linggis. Beberapa diantaranya mengajak petugas beradu mulut. Namun hal tersebut tak digubris petugas yang terus melanjutkan aksinya.

"Saya sudah tinggal di rumah ini selama bertahun-tahun. Sekarang pemerintah main bongkar begitu saja, terus kita mau tinggal dimana lagi," ujar Eli, warga RT 01/012, di depan tempat tinggalnya yang telah rata dengan tanah .

Menurut Eli, ia memang telah beberapa kali menerima surat peringatan dari pihak kelurahan. Ia dan warga lain yang tinggal di bantaran kali diminta Untuk membongkar sendiri bangunannya dan pindah dari lokasi tersebut.

Namun, Eli megaku tak menuruti perintah tersebut lantaran tak punya tujuan lagi. "Saya bingung mencari tempat tinggal lain, jadi saya tetap bertahan," ujarnya.

Sementara itu, Sinta, warga lainya mengaku tidak punya uang untuk mencari rumah baru. "Jangankan rumah, membayar kontrakan saja saya tidak sanggup," lirihnya.

Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat Heryanto menjelaskan, keberadaan bangunan liar di bantaran Kali Angke, Rawa Buaya telah membuat lebar kali yang semula 40 meter menyempit menjadi 20 meter. Sehingga, ketika musim penghujan tiba, air yang seharusnya bisa mengalir menjadi terhambat dan meluap ke permukiman warga.

Hal inilah yang membuat wilayah Rawa Buaya menjadi daerah langganan banjir. "Diharapkan dengan normalisasi Kali Angke ini, predikat daerah banjir bagi kelurahan Rawa Buaya bisa dihilangkan," harapnya.

Lebih lanjut kata Heryanto, saat ini Pemkot Jakbar tengah gencar melakukan penanganan banjir. Setidaknya, pada penghujung 2009 ini, Pemkot Jakbar telah menargetkan pembersihan terhadap bangunan liar di dua bantaran kali yang melintasi wilayahnya, yakni bantaran Kali Kali Mookervart dan Kali Angke.

Selain pembersihan bangunan di kedua kali tersebut, pembersihan saluran air mikro yang ada di 8 kecamatan di Jakbar juga tengah dilakukan. Setidaknya, dari 8 kecamatan, sudah 3 kecamatan yang saluran air dinormalkan, yakni Tamansari, Grogol Petamburan, Tambora.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Barat Djunaedi yang memantau berlangsungnya pembongkaran mengatakan, Pemkot terpaksa membongkar bangunan, karena masih ada sebagian warga yang tidak kooperatif.  "Mereka menolak pindah, padahal sudah jelas  bangunan mereka yang berdiri di bantaran kali adalah salah satu penyebab utama terjadinya banjir," paparnya.

Ia menambahkan, keberadaan bangunan di bantaran kali juga mengganggu proyek normalisasi kali yang saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah.  "Setelah bantaranya bersih dari bangunan liar, Pemprov DKI berencana akan melakukan pengerukan pada 2010 mendatang," ungkap Djunaedi. (Jui/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/index.php/read/2009/10/23/101869/37/5/Pemkot_Jakbar_Bongkar_Bangunan_di_Bantaran_Kali_Angke

Tidak ada komentar:

Posting Komentar