03 Agustus 2009

Kepala BNP2TKI Puji Agen Tenaga Kerja UEA

Republika
Jumat, 31 Juli 2009

JAKARTA--Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat bangga kepada pimpinan agen tenaga kerja Al Danah di Provinsi Fujairah, Uni Emirat Arab, yang secara rutin memantau kondisi dan keberadaan TKI.

"Dengan demikian pihak agen telah melakukan sistem deteksi dini perlindungan TKI yang direkrutnya," kata Jumhur memberitahukan hasil pertemuannya dengan Direktur Al Danah Omar Bin Hanifa di Uni Emirat Arab, Jumat.

Jumhur berharap sistem pemantauan (monitoring) yang diterapkan oleh Omar dilaksanakan lebih baik lagi serta dengan komunikasi yang lebih intensif dalam memantau keberadaan TKI termasuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal RI atau konjen RI jika ada permasalahan TKI di wilayah operasionalnya.

Kepala BNP2TKI memberitahukan bahwa agen pengguna TKI di Fujairah,UEA itu memantau satu persatu sekitar 1.000 TKI melalui telepon ke masing-masing rumah majikan.

Menurut Omar, sebagaimana disampaikan Tenaga Profesional Kepala BNP2TKI Bidang Komunikasi Publik Mahmud F Rakasima, ia kerap menelefon semua TKI di bawah keagenannya secara rutin per minggu atau sekurang-kurangnya per bulan.

Pemantauan dilakukan agar tidak terjadi permasalahan dengan majikan ataupun berakibat adanya permasalahan serius. Dengan pemantauan itu, relatif tidak ada masalah dalam hubungan kerja antara TKI dengan majikan.

Omar mengatakan TKI yang direkrutnya diutamakan terampil bekerja sebagai penata laksana rumah tangga, menguasai Bahasa Arab/Inggris, memahami adat istiadat dan nilai-nilai agama.

Rata-rata TKI dari agen Al Danah mendapat gaji bulanan dari majikan sebesar 800 dirham atau setara Rp2,5 juta, di luar hak istirahat, makan, dan biaya kesehatan jika sakit.

Jumhur dan rombongan berada di UEA pada 30-31 Juli dalam rangka mengupayakan perluasan pasar TKI dengan melakukan berbagai pertemuan dengan sejumlah agen penempatan tenaga kerja asing, pihak pemerintah, serta para pengguna TKI lainnya, termasuk berdialog dengan TKI. Sebelumnya Jumhur berada di Amman, Jordania pada 28-29 Juli guna membuka rakor perlindungan TKI di kawasan Timur Tengah. ant/pur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar