05 Agustus 2009

Derita Tiada Henti Pahlawan Devisa

06/08/2009

Liputan6.com, Jakarta: Hati Santi Gundah, sedih tak terkira. Harapannya bertemu dengan adik yang disayanginya, Halimah, pupus sudah. Senin (3/8) subuh waktu Jeddah, Arab Saudi, Halimah mengembuskan napas terakhir di kolong jalan layang Al-Kandara. Dia meninggal akibat penyakit tuberculosis atau TBC. Halimah tinggal di bawah jalan layang bersama ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) lainnya. Ia sampai terdampar hingga satu bulan di kolong jalan layang karena minggat dari rumah majikannya karena tidak betah.

Menurut Jaka, seorang TKI, saat ini lebih dari 400 TKI berada di kolong jalan layang Al-Kandara. Ironisnya, hingga kini belum ada satu pun perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah yang menengok mereka. "Sama sekali tak ada satu pun yang mau menengok kepada kami," kata Jaka.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan, pemerintah bakal memberangkatkan satu tim ke Arab Saudi untuk secepatnya menyelesaikan kasus Halimah dan TKI yang terlantar di kolong jalan layang. "Kalau bisa satu minggu atau dua minggu diselesaikan," kata Menakertrans. Lantas, apa saja yang bakal dilakukan pemerintah terkait masalah-masalah para TKI? Saksikan selengkapnya dalam video Barometer edisi 5 Agustus 2009 yang turut menampilkan Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care, ayah almarhum Halimah, Abdul Kohar, Eli, mantan TKI terlantar di Iran, Gatot Abdullah Manysur, Konjen RI di Jeddah, serta Prie G.S, budayawan - kartunis. Selamat menyaksikan.(BOG)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar