30 Juli 2009

Menlu RI: Yang Telantar di Arab Bukan TKI

Republika
Rabu, 29 Juli 2009

JAKARTA--Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Hassan Wirajuda menyatakan, tidak ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telantar di Arab Saudi. Pernyataan tersebut muncul terkait adanya isu banyak orang Indonesia yang tidak diperhatikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.

''Saya ingin meluruskan bahwa orang-orang tersebut bukan TKI,'' kata Hassan kepada wartawan usai memberikan sambutan pada Pembukaan Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2009 di Departemen Luar Negeri, Jakarta, Rabu (29/7).

Menlu menjelaskan, orang-orang tersebut adalah warga negara Indonesia yang sengaja menelantarkan diri demi tujuan dideportasi oleh Pemerintah Arab Saudi. Dengan begitu, orang-orang tersebut bisa pulang ke Indonesia tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. ''Itu adalah perbuatan warga kita yang kurang terpuji,'' ungkapnya.

Orang-orang tersebut, tambah Hassan, memang sengaja tidak melapor ke KBRI dan konsulat jenderal Indonesia di Arab Saudi. Pasalnya, lanjut dia, jika sampai KBRI tahu mereka memiliki dana dari hasil bekerja mereka di Arab Saudi, maka mereka akan diminta pulang ke Indonesia dengan biaya sendiri. ''Jadi memang maksud mereka menelantarkan diri di jalan-jalan, yaitu supaya ditangkap polisi setempat, kemudian dideportasi ke Indonesia,'' cetusnya.

Hassan mengakui, perbuatan orang-orang tersebut adalah sebuah gejala baru yang dilakukan oleh beberapa warga Indonesia di Arab Saudi. Mereka, lanjut dia, berangkat secara terorganisir ke Arab Saudi dengan tiket sekali jalan. Tujuannya adalah melakukan umroh, kemudian menghilang di sana, melakukan pekerjaan gelap, dan kemudian berhaji jika ada kesempatan. ''Lalu selesai haji menjajakan diri di jalan-jalan supaya bisa dideportasi oleh pemerintah Saudi,'' tandasnya. nan/eye


Tidak ada komentar:

Posting Komentar