29 Juli 2009

100.000 Unit Rusunami Berpotensi Dibangun

Senin, 27 Juli 2009 14:18

100.000 Unit Rusunami Berpotensi Dibangun



Jakarta – Potensi terbesar pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) berada di Jakarta. Di kota ini, setidaknya bisa dibangun 100.000 unit rusunami setiap tahunnya dan 500.000 unit dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, yang menjadi penghuni sasaran adalah warga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang setiap harinya melakukan aktivitas di Jakarta. Jumlah mereka diperkirakan mencapai 3 juta orang.
"Untuk 100.000 unit rusunami yang bisa dibangun dalam satu tahun, diharapkan dapat memindahkan 1 juta warga Bodetabek yang setiap harinya melakukan aktivitasnya di Jakarta," kata pakar perumahan Panangian Simanungkalit, kepada pers, di Jakarta, Minggu (26/7).
Panangian menyebutkan, 3 juta warga Bodetabek yang setiap harinya beraktivitas di Jakarta, merupakan pasar riil yang bisa dibidik pemerintah dengan menempatkannya di rusunami. "Sebenarnya program yang digagas mengenai 1.000 tower rusunami tidak sia-sia jika dapat merumahkan warga Bodetabek ke dalam program itu," paparnya, seraya menambahkan bahwa pasar terbesar proyek tersebut berada di Jakarta. Pasalnya, setiap harinya di kota ini terdapat setidaknya 3 juta orang dari kota lain untuk beraktivitas.
Panangian mengatakan, seandainya program Rusunami di Jabotabek berhasil, maka 15 persen sisanya di seluruh Indonesia akan berhasil juga, sehingga target memang dapat diterima. "Tinggal bagaimana mensosialisasikan kepada warga Bodetabek agar dapat tinggal di Rusunami," tuturnya. Tugas untuk mensosialisasikan pentingnya tinggal di rusunami menjadi tugas pemerintah. Karena dengan merumahkan 1-3 juta warga Bodetabek yang beraktivitas di Jakarta di rusunami, berarti akan ada penghematan luar biasa, baik dari sisi biaya transportasi hingga waktu untuk keluarga.
Dikatakan, apabila program pembangunan 100.000 unit rusunami di Jakarta ini berhasil, berarti akan ada kapitalisasi sebesar Rp  Rp 14,4 triliun dengan asumsi harga setiap unitnya Rp 144 juta. "Bila unit yang ditawarkan tipe 36 berarti lahan yang dibutuhkan tidak lebih dari 180 hektare dan itu bukan hal sulit bagi DKI untuk mewujudkannya," kata dia.
(satoto budi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar