30 Juli 2009

Gadis Indramayu Lebih Suka Jadi TKW

28/07/2009


Indramayu, CyberNews. Sejumlah gadis dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat lebih tertarik untuk menjadi TKW di negara-negara Timur Tengah ketimbang bekerja di sawah.

"Kami sangat prihatin menyaksikan luar biasanya minat kaum wanita di sini menjadi TKW, terbukti dengan meningkatnya jumlah mereka yang berangkat ke luar negeri dari tahun ke tahun," kata Kepala Desa Juntiyuat, Andi Amsikin di Indramayu, Selasa.

Menurut dia, dorongan untuk menjadi TKW semakin kuat di tengah meningkatnya jumlah penggangguran sehingga pada tahun 2008 saja tercatat 790 TKW yang sudah diberangkatkan ke berbagai negara tujuan di Timur Tengah.

Angka tersebut tercatat hanya dari mereka yang mendaftar di kantor kelurahan, padahal, karena pihak desa saat ini semakin selektif mengeluarkan surat ijin keberangkatan TKW, banyak di antara mereka memilih mendaftarkan diri di kabupaten lain.

"Kami sengaja memperketat keberangkatan para TKW karena mereka umumnya masih dibawah umur sehingga tidak memperhitungkan kemungkinan buruk yang akan mereka hadapi," kata Andi Amsikin.

Sedangkan di desa tetangganya yaitu Desa Juntikedokan tercatat 870 TKW pada 2008 dengan negara tujuan utama negara di Timur Tengah, sebagian ada juga yang berangkat ke Taiwan hanya jumlahnya masih terbatas.

"Di desa kami pemberangkatan TKW tiap tahun terus bertambah karena para calon TKW tersebut melihat keberhasilan pendahulunya, sedangkan kejadian buruk seperti TKW yang pulang jadi gila, dihamili oleh majikan, disiksa, tidak pernah jadi pelajaran bagi mereka," kata Kepala Desa Lombang, Sardina.

Pada tahun 2009, menurut dia, tercatat yang gila ada dua orang, dihamili oleh majikan empat orang, sedangkan yang mengalami penganiayaan sembilan orang.

Kasus mereka sampai hari ini belum bisa diselesaikan, baik oleh perusahaan pemberangkatan TKW, maupun oleh Pemerintah Daerah setempat.

"Para TKW yang berangkat dari desa kami umumnya bukan tenaga profesional, hanya pembantu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan sangat rendah sekali," tuturnya seraya mengharapkan agar Pemda Indramayu bisa menekan keberangkatan para TKW dengan menyediakan lapangan kerja.

"Pemerintah Daerah boleh saja mengirim TKW ke luar negeri, tetapi bekali dulu mereka dengan keahlian yang dibutuhkan di negara tujuan sehingga tidak terjadi lagi hal-hal negatif yang bisa merugikan bangsa ini," demikian katanya menambahkan.

(Ant /CN13)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar