29 Juli 2009

625 Rumah Digusur, Ribuan Warga Kehilangan Tempat tinggal



Rabu, 29/07/2009 14:07 WIB
625 Rumah Digusur, Ribuan Warga Kehilangan Tempat tinggal
Ari Saputra - detikNews

Ilustrasi (dok detikcom)
Jakarta - Sedikitnya 625 rumah digusur. Penggusuran itu melibatkan 1200 Satpol PP dan petugas polisi. Tampak juga sejumlah orang berseragam TNI ikut memantau jalannya penggusuran di areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat.

Warga yang menjadi korban berusaha untuk melawan. Namun, usaha mereka sia-sia.

"Saya sedang memasak, tiba-tiba ada serombongan satpol PP bawa 2 bego (alat
berat-red) langsung merobohkan rumah-rumah," kata salah satu korban, Rumisnah (65) yang masuk di RT 4/3, di lokasi penggusuran, Rabu (29/7/2009).

Areal penggusuran masih satu kompleks dengan TPU Tegal Alur. Hanya dipisahkan oleh tanah kosong yang dipergunakan menjadi lapangan sepakbola. Tanah lapang ini yang dijadikan warga sebagai patokan TPU sehingga enggan pindah.

"Kalau masuk area TPU, batasnya mana. Mereka nggak bisa memberi penjelasan," ucap Maman (45) salah satu warga yang menolak pindah.

Akibat penggusuran ini, ratusan rumah warga rata dengan tanah. 1600 jiwa kehilangan tempat tinggal. Mereka menyatakan akan tetap bertahan dan membangun gubuk mereka seperti yang terjadi 6 tahun lalu.

"2003 kami digusur. Tapi kami, ya, membangun lagi. Ini tanah kami beli kok," ucap Manan.

Hingga pukul 13.00 WIB penggusuran masih berlangsung. Luas area yang tersebar membuat petugas dengan 2 alat berat lambat bekerja. Mereka harus memastikan terlebih dahulu rumah yang akan dirobohkan sudah tidak berpenghuni.

(Ari/irw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar