Liputan6.com, Mataram: Empat gadis belum lama ini diselamatkan dari jaringan perdagangan anak-anak perempuan untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial dan petugas di sejumlah karaoke di kawasan wisata Senggigi, Nusa Tenggara Barat. Mereka adalah sebagian dari 32 gadis berusia 15 hingga 17 tahun yang diselamatkan polisi dari jaringan perdagangan remaja putri. Ironisnya, banyak korban dijual oleh tetangga mereka di Desa masing-masing.
Rata-rata, mereka berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti Cikampek, Subang, Purwokerto hingga Probolinggo. Ayu, misalnya. Gadis berusia 15 tahun asal Cikampek itu mengaku direkrut tetangganya di desa dan dijanjikan bekerja sebagai pelayan restoran. Ternyata, ia justru dipaksa bekerja untuk menemani tamu bernyanyi di karaoke.
Kendati berhasil diselamatkan, pengurus Lembaga Bantuan Hukum APIK Mataram Toni Hoban menyayangkan lambannya penanganan penyidikan kasus ini oleh polisi. Sejauh ini, setidaknya sudah terbongkar 32 kasus perdagangan perempuan di bawah umur di Kota Mataram. Sebanyak 21 anak telah dikembalikan kepada orangtua mereka di Jawa Barat dan Jawa Tengah.(ANS/Adhar Hakim dan Rony Setiawan)
Link: http://www.liputan6.com/news/?id=172084&c_id=2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar