27 Januari 2009

Umi: Saya Hidup di Ujung Peluru, di Bawah Bom

Selasa, 27 Januari 2009 - 15:41 wib

Fahmi Firdaus - Okezone

JAKARTA - Umi Saodah, TKI yang sempat terjebak di Jalur Gaza, akhirnya menginjakan kaki di Tanah Air  dengan selamat. Pulang ke rumah bertemu dengan sanak keluarga.


Perjalanan Umi untuk kembali ke Indonesia cukup panjang dan berliku, serta melibatkan sejumlah pihak. Umi diterbangkan dari Kairo, Mesir menggunakan maskapai Ittihad.

Direktur Perlindungan WNI dan TKI Departeman Luar Negeri Teguh Wardoyo mengatakan, Umi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekira pukul 13.30 WIB, hari ini.

"Langsung dibawa ke kantor Deplu dan tiba pukul 15.00 WIB," ujarnya dalam jumpa pers di kantor Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (27/1/2009).

Teguh Wardoyo menjelaskan secara resmi menyerahkan Umi Saodah kepada pihak keluarga. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Kairo terus memberikan perlindungan kepada seluruh WNI yang terjebak dalam wilayah konflik di Jalur Gaza, Palestina.

Menurutnya, Umi masuk ke Palestina lewat jalur Yordania, namun keberadaannya tidak prosedural. Umi sempat ditahan di Penjara Sahara, kemudian tertahan di pusat rehabilitasi Jalur Gaja, sebelum dievakuasi ke Kairo.

Sementara itu Umi tampak bahagia karena bisa kembali ke tengah-tengah keluarga yang cukup lama ditinggalkan. Dengan derai air mata, Umi Saodah mengaku lega bisa pulang. "Saya hidup di ujung peluru di bawah bom. Suasana di Palestina mencekam dan jalan-jalan hancur," tuturnya.

Umi menambahkan selama di Palestina tidak pernah bertemu dengan orang Indonesia. (uky)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar