Minggu, 4 Januari 2009
JAKARTA - Nampaknya para pelanggan kaki lima (PKL) Blok M dapat menikmati kembali barang dagangan di dalam kawasan Blok M Square.
Pasalnya, sudah ada beberapa mantan PKL Blok M yang mencoba mengadu nasib berjualan di Blok M Square. Setelah digusur 13 Desember 2008, mereka mencoba mengadu nasib pindah berjualan di dalam Blok M Square.
Tentu saja dengan harga yang pasti akan lebih mahal, dibanding pada saat mereka berjualan di pinggir-pinggir jalan. Beberapa di antara PKL sudah terlihat menggelar dagangan mereka di lobby Blok M Square.
Mereka antara lain pedagang sandal, kaos, ikat pinggang dan aksesoris seperti anting dan kalung. Meski belum grand opening, nampak beberapa pembeli lalu-lalang dan terlihat menawar barang dagangan.
Uni, seorang pedagang Blok M Square, mengatakan ia ingin mencoba bagaimana omzet penjualan di tempat baru tersebut untuk dua bulan ke depan. Apabila dalam waktu itu tidak mampu bertahan, maka terpaksa cabut dari lokasi tersebut.
Menurut Uni, hal itu disebabkan karena biaya sewa di Blok M Square dinilai cukup berat bagi PKL. Harga sewa tempat di dalam 'mol milik Agung Podomoro Group tersebut' bervariasi, tergantung ukuran luas tempat dan lebih mahal dibanding mereka berjualan di luar.
Selain itu, pembeli yang berdatangan pada saat mereka berjualan di pinggir-pinggir jalan pasti lebih ramai, karena para pembeli berkeyakinan barang yang dijajakan di kaki lima jauh lebih murah dibanding dengan barang-barang mol.
"Kalau dua bulan enggak laku, yah paling enggak diterusin. Banyak juga pedagang yang enggak mampu buat nyewa di sana. Ya, namanya juga barang sepuluh ribu," tutur Uni, Sabtu (3/1/2009).
Pantauan Okezone, banyak spanduk-spanduk yang intinya ajakan untuk ikut bergabung berjualan di dalam gedung Blok M Square. Misalnya, spanduk berisi kalimat telah bergabung di sini pedagang kue subuh atau telah bergabung di sini pembuat stempel terlihat menghiasi sekeliling pagar gedung.(ram)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar