Minggu, 15 Maret 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menyatakan lokasi kebakaran yang berada di pinggir bantaran Kanal Banjir Barat di kawasan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, tidak layak huni.
"Kumuh, banyak instalasi listrik yang tidak bener,'' kata Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan seusai meninjau lokasi kebakaran Minggu (15/3) siang.
Sedikitnya 300 rumah di enam rukun tetangga di Jati Pulo Palmerah hangus dilalap api, Sabtu malam. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.
Menurut Djoko, lokasi kebakaran sangat padat. ''Satu hektare dihuni 300 warga lebih,'' katanya. Padahal idelanya, kata dia, dihuni 200 warga. Akibatnya, sanitasi dan tata ruang di wilayahtersebut hancur. ''Kawasan menjadi tidak teratur dan rawan kebakaran,'' katanya.Pemerintah, lanjut Djoko, telah mengintruksikan lurah dan camat untuk mengintensifkan razia penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai aturan. ''Cape kebakaran terus dan yang rugi bukan satu orang,'' katanya.
Intinya, kata Djoko, mayarakat diminta mematuhi aturan dan berdisiplin. Pemerintah Jakarta Barat menilai kawasan sekitar kanal barat perlu ditata kembali. ''Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Tata Kota dan Perumahan,'' katanya.
Pantauan Tempo, ratusan warga terlihat memadati area kebakaran. Sebagian di antaranya terlihat beristirahat di tenda-tenda yang disediakan pemerintah maupun partai politik. Dari pinggir kanal banjir barat, bekas rumah warga terlihat hanya menyisakan puing-puing menghitam.
RUDY P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar