19 Maret 2009

Pengiriman TKI Diprediksi Berkurang, 2008 Remittance Capai Rp 2,88 T

Kamis, 19 Maret 2009

Surya Online

SURABAYA | SURYA -Resesi perekonomian AS yang memicu krisis global berdampak pada berkurangnya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Pengiriman TKI asal Jatim juga diperkirakan mengalami penurunan hingga 50 persen.


Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Jawa Timur Eddy Windarto mengungkapkan, pengurangan terutama terjadi pada pekerjaan sektor formal pada perusahaan-perusahaan yang mengalami penurunan aktivitas produksi.


"Sampai bulan lalu, sudah 2.000 yang dipulangkan. April, pasti lebih banyak lagi yang pulang. Pada awal tahun ini industri masih selesaikan kontrak pekerjaan," kata Eddy, Rabu (18/3).


Menurut Eddy, kondisi krisis global mengakibatkan penurunan jumlah permintaan TKI dari beberapa negara yang selama ini menjadi tujuan utama. Antara lain, Malaysia, Jepang, bahkan Korea Selatan. Malaysia adalah negara penyerap terbesar dengan jumlah mencapai 2,3 juta tenaga kerja legal.


Berdasarkan data Apjati, jumlah TKI yang diberangkatkan ke luar negeri setiap tahun sekitar 57.000-60.000 orang. Dari wilayah Jatim, Eddy memperkirakan terdapat 2.000-2.500 orang per bulan.


Sebelumnya, PM Malaysia Abdullah bin Haji Ahmad Badawi menyampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa akibat dampak krisis keuangan global, pemerintah Malaysia memastikan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berlanjut pada pemulangan TKI tidak bisa dihindarkan.


Namun, Badawi berharap masalah PHK tidak dibesar-besarkan. Sebab, PHK belum terjadi di Malaysia. "Bila terjadi PHK, bukan hanya para pekerja asing yang terkena, namun juga warga malaysia. Kita akan kelola itu," sergahnya.


Sementara itu, Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Surabaya Wibisono mengungkapkan, hingga awal tahun ini BI belum menerima laporan penurunan jumlah dana kiriman (remittance) dari TKI di luar negeri yang terdata melalui sistem perbankan nasional.


Namun, diakui, remittance akan berkurang jika jumlah TKI asal Jatim yang diberangkatkan tahun ini mengalami penurunan. "Datanya kami belum ada, tetapi remittance tentu akan terpengaruh jika TKI banyak dipulangkan," kata Wibisono.


Menurut data BI, pada 2008 total kiriman TKI ke Jatim mencapai Rp 2,88 triliun naik 8,8 persen dari Rp 2,65 triliun dari 2007. Pada triwulan terakhir 2008, nilai tranfer dana TKI melalui perbankan di Jatim naik 21,37 persen dari Rp 622,25 miliar pada triwulan IV 2007 menjadi Rp 755,21 miliar pada triwulan IV 2008.


Dilihat dari negara asal transfer dana, pada triwulan IV porsi terbesar berasal dari Arab Saudi, disusul AS dan Malaysia, dengan share masing-masing 34,62 persen, 19,29 persen dan 16,92 persen. Total tiga negara itu pada triwulan IV tahun lalu menyumbang 70,82 persen nilai total remitansi TKI ke Jatim.


Pasar Baru
Eddy menambahkan, meski didera imbas krisis keuangan global, sebenarnya masih terdapat peluang bagi TKI asal Jatim untuk menembus pasar baru yang belum banyak diperhatikan. Antara lain, di Australia, Selandia Baru dan sejumlah negara Eropa, yang masih butuh tenaga kerja di sektor formal.


"Tetapi TKI masih terkendala oleh masalah bahasa untuk menembus pasar itu. Misalnya, kebutuhan untuk tukang las bisa mencapai 10.000 orang ke negara-negara itu, tetapi tidak bisa dipenuhi oleh TKI," kata Eddy.
Menurutnya, TKI masih terkendala dalam hal rendahnya penguasaan bahasa Inggris untuk bisa masuk pasar tersebut. ytz/jbp/ade


Perkembangan Kiriman TKI ke Jatim
(dalam Rp juta)

2007 2008 Pertumbuhan
——————————————————–
TWI 589.123 755.756 28,28%
TWII 659.583 736.205 11,62%
TWIII 782.411 641.134 -18,06%
TWIV 622.253 755.211 21,37%
Total 2.653,370 2.888,306 8,85%
———————————————————-
sumber : BI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar