JAKARTA, KOMPAS.com — Ibarat penjara yang mengubah residivis dari rajawali menjadi nuri, ini pula yang terjadi pada para penguasa Indonesia saat ini. Sebelum berkuasa mereka hadir sebagai ketua parpol, LSM, ataupun aktivis dengan protes dan kritik tajam yang dilontarkan kepada pimpinan, namun mendadak menjadi ayam sayur begitu menjabat.
Penilaian itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Jumhur Hidayat saat menjadi pembicara dalam Dialog Terbuka "Membedah Gagasan Anak Bangsa" di Jakarta, Rabu (11/2).
"Ketika ia berkuasa langsung berubah menjadi burung nuri, ayam sayur. Paradigma ini yang harus diubah dan diperbaiki selain mental inlander," katanya.
Mental inlander yang dimaksud Jumhur bahwa mental pejabat Indonesia masih menjilat ke atas dan menginjak orang bawah. Ia mencontohkan salah satu menteri Kabinet Bersatu di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak mampu menyejahterakan tenaga kerja Indonesia.
Dengan masih diberlakukan mekanisme outsourcing, padahal outsourcing itu tidak boleh diberlakukan pada pekerjaan inti. "Misalnya Anda punya pabrik kertas, membuat divisi baru nah itu boleh memperkerjakan tenaga kerja untuk coba-coba, tapi kalau kerjaanya tiap hari mengaduk bubur kertas itu tidak boleh ada tenaga outsourcing," ujarnya.
C2-09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar