TEMPO Interaktif , Serang: Rumah Sakit Umum Daerah Serang, Banten, saat ini merawat bocah berusia dua tahun yang juga positif terinfeksi HIV/AIDS. Bocah tersebut merupakan warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Dia telah dirawat tim medis rumah sakit tersebut sejak 23 Februari lalu.
Kepala Klinik Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Serang Santoso Edi Budiono kepada Tempo mengatakan, balita gizi buruk itu juga positif mengidap HIV/AIDS. Sebelum dirawat di rumah sakit itu, pasien yang hanya memiliki berat badan berat 6,2 kilogram itu merupakan rujukan dari RSUD Cilegon, "Pada saat dipindah dari RSUD Cilegon, balita tersebut diagnosa gizi buruk stadium tiga, "ujar Santoso, Sabtu (7/3).
Setelah beberapa hari menjalani rawat di RSUD Serang, bayi tersebut kondisinya tambah parah, "Dia kekurangan nutrisi, protein dan semua vitamin," kata Santoso. Tim medis rumah sakit pun meningkatkan statusnya menjadi stadium empat. Setelah dilakukan perawatan lebih intensif oleh dokter dan perawat yang menanggani balita itu, mereka mencurigai kondisi fisik dari anak tersebut. "Kami curiga setelah didalam mulutnya terdapat luka dan jamur," ujarnya.
Santoso menjelaskan lagi, setelah dilakukan test darah, balita itu ternyata positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Berdasarkan pengakuan dari keluarganya, kata dia, bocah malang itu terinveksi virus itu dari orang tuanya."Ternyata tertular dari kedua orangtuanya yang sudah lama terinfeksi HIV," terangnya.
Ayah si balita itu adalah pemakai narkoba yang yang telah lama menderita HIV/AIDS. Saat ini sang ayah masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Serang untuk menjalani hukuman. Sang ayah menularkan virus itu kepada istrinya, "Si bayi sudah tertular HIV sejak lahir, ibunya telah tertular HIV dari suaminya," ujar Santoso.
Menurut Santoso, ketertutupan kedua orangtua bocah itu mengakibatkan anaknya yang tidak berdosa menderita HIV/AIDS. "Kalau saja orangtuanya terbuka dan mau memeriksakan kandungannya sejak si bayi masih berada di dalam kandungan, penularan HIV/AIDS dapat diminimalisir," ungkapnya.
Dengan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, terang Santoso, bisa mencegah kemungkinan penularan ke bayi sampai 50 persen, meskipun kedua orangtuanya positif HIV.
Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Provinsi Banten, selama tahun 2008 jumlah penderita gizi buruk sebanyak 9.267 orang anak. Penderita masing-masing tersebar di Kabupaten Tangerang 2.604 kasus. Kabupaten Pandeglang 1.695 kasus, Kabupaten Serang 1.486 kasus, Kota Tangerang 1.314 kasus, Kabupaten Lebak 1.247 kasus, Kota Serang 644 kasus, Kota Cilegon 277 kasus. Sedangkan korban yang meniggal sebanyak 12 orang.
MABSUTI IBNU MARHAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar