19 Maret 2009

Korsel Butuh 5.000 TKI Trampil, BNP2TKI Buka Pendaftaran di 6 Universitas di Indonesia

Kam, Mar 19, 2009


Berita Sore


Jakarta (Berita): Pemerintah Korea Selatan saat ini membutuhkan sedikitnya 5.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) terampil di berbagai displin ilmu.


Untuk menjaring calon tenaga kerja indonesia (CTKI) tersebut pemerintah akan membuka pendaftaran sejak 30 April – 5 Mei 2009. Pelaksanaan ujiannya diadakan pada tanggal 9 – 10 Mei 2009 bertempat di enam (6) universitas di bebarbagai daerah Indonesia.


Lokasi pendaftaran untuk peserta asal DKI Jakarta dilakukan di Universitas Pancasila, Sekolah Tinggi Agama Islam (Cirebon), Universitas Tujuh Belas Agustus (Surabaya), Universitas Hasanuddin (Makasaar) dan IKIP (Mataram).


Materi ujiannya adalah listening (mendengar) dan reading (membaca) Bahasa Korea. Peserta yang diterima hanya yang berumur 18 – 39 tahun dengan pendidikan minimal SLTP.


Hal itu dikatakan Dirtektur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik dan Amerika Badan Nasional Penempatan dan Perlindungaan TKI (BNP2TKI) DR Haposan Saragih, Kamis [19/03] di Jakarta. "Pemerintah Korsel sekarang membutuhkan 5. 000 orang TKI," kata DR Haposan Saragih.


Pada kesempatan itu DR Haposan Saragih juga berharap pemerintah Korsel mau membuka pendaftaran di beberapa universitas agar jumlah pesertanya semakin banyak. "semakin banyak orang yang ditempatkan bekerja ke Korea maka semakin banyak pula kuota yang akan diberikan Korea ke Indonesia. Dengan demikian angka pengangguran semakin berkurang ," jelasnya. Sesuai dengan Kepmenakertrans No 258 tahun 2007, biaya penempatan ke Korea adalah Rp 2.355.000 ditambah tiket pesawat sebesar US $ 310.


Keiinginan  Pemerintahan Korsel terhadap TKI karena memiliki etos kerja yang tinggi. "Korsel menganggap pekerja Indonesia merupakan pekerja terbaik bila dibandingkan kinerja buruh migram 16 negara lainnya yang bekerja di Korea," lanjut Saragih . Mereka yang nantinya dinyatakan lulus testing, akan dipekerjakan di berbagai sektor, misalnya konstruksi, industri manufacturing, pertanian, perikanan dan jasa perhotelan. "Statusnya TKI masih kontrak selama 3 tahun. Upahnya sebesar Rp 6 – 10 juta per bulan. Lumayan besar," Saragih berpromosi.


Menurut Saragih, hingga kini  BNP2TKI telah telah menempatkan TKI ke Korsel dengan program G to G sebanyak 11. 885 orang dan 208 orang perawat dan careworker ke Jepang.


Mekanisme penempatan TKI ke Korea saat ini adalah 3:1, artinya tiga data yang dikirim 1 yang diterima sedangkan penempatan sebelumnya adalah 5:1.


Ditanya prospek program penempatan G to P tahun 2009, Haposan Saragih mengatakan sangat bagus. Sebab menurutnya ada beberapa negara yang sangat potensial untuk penempatan TKI seperti  Jerman, Belanda, Amerika , Australia , Newzealand.


"Bahkan direncanakan dalam waktu dekat Kepala  BNP2TKI akan menandatangani MoU dengan Pemerintah Libya . Karena Negara tersebut  sangat tertarik dengan tenaga kerja asal Indonesia yang memiliki etos kerja yang tinggi. Sambil menjajaki prospek penempatan Go to P dan G to G, BNP2TKI juga sedang merumuskan prosedur tetap (protap) nya," katanya.


Sebelumnya, TKI yang bekerja sebagai welder (tukang las) sudah pernah ditempatkan ke Belanda dan Australia . Namun saat ini, BNP2TKI sedang me-review penempatan ke negara tersebut untuk disesuaikan kebutuhannya. (Olo).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar