Malang, Kompas - Banyak tenaga kerja asal Malang diduga akan dipulangkan karena imbas krisis ekonomi global. Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk Kabupaten Malang akan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Krisis ekonomi diperkirakan akan menimpa Malaysia pada kuartal kedua tahun ini, yang bisa berdampak pada pemulangan TKI ke asalnya, termasuk ke Malang," kata Djaka Ritamtama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi (Disnakermob) Kabupaten Malang, pekan lalu.
Langkah yang hendak diambil Disnakermob dalam menghadapi situasi ini adalah pemberian pelatihan, kegiatan padat karya, dan wirausaha. Kemungkinan pemberian modal, ia mengakui, juga perlu dipertimbangkan. Namun, sejauh ini pihaknya belum merencanakan ke arah itu. Pasalnya, pemberian modal harus melalui pembahasan menyeluruh dengan semua pihak, termasuk DPRD Kabupaten Malang.
Djaka menjelaskan, Kabupaten Malang termasuk pengirim terbesar TKI di Jatim. Jumlah TKI sekitar 5.000 orang per tahun. "Itu berupa angka perkiraan karena setiap saat TKI akan datang dan pergi. Tidak semua kegiatan TKI yang datang dan pergi terpantau dengan baik karena tidak ada sistem pelaporan akurat untuk itu," katanya.
Djaka menjelaskan, kerja sama dengan LSM perlu dilakukan karena kegiatan pelatihan dan pembimbingan tersebut tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh Disnakermob. Pihaknya memerlukan LSM untuk lebih dulu membuat pemetaan desa dan kecamatan yang menjadi wilayah sentra pemberangkatan TKI. Hal ini nanti menentukan lokasi kegiatan. Disnakermob juga sudah mengembangkan kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mendapat dukungan bantuan dana dan supervisi penangangan TKI yang pulang. (ODY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar