24 Maret 2009

PHK TKI Terus Berlanjut

Rabu, 25 Maret 2009

Kompas Cetak


YOGYAKARTA, KOMPAS - Pemulangan tenaga kerja Indonesia yang terkena pemutusan hubungan kerja di luar negeri terus berlanjut akibat krisis global.


Data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogyakarta menunjukkan, sejak awal tahun hingga Selasa (24/3) sudah 297 TKI yang dipulangkan dari 678 TKI yang rencananya akan dipulangkan akibat PHK. Semua TKI yang dipulangkan adalah perempuan dan bekerja sebagai operator produksi di Malaysia.


Kepala Seksi Perlindungan Pemberdayaan TKI BP3TKI Yogyakarta Diah Andarini W menyatakan, pemulangan TKI karena PHK semakin bertambah sejak terjadi krisis global. Sebelumnya, TKI pulang karena kontrak habis, cuti, dan PHK berjumlah 30-50 orang, kini mencapai 100 TKI per bulan dan didominasi TKI ter-PHK.


Permintaan TKI juga makin menurun. Jika sebelum krisis permintaan TKI mencapai 300 orang per bulan, sejak November 2008 permintaan turun menjadi sekitar 200 orang per bulan.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hendarto Budiyono mengatakan, PHK yang terjadi di luar negeri tidak dapat dicegah. Pemerintah hanya dapat mengantisipasi dengan program alih fungsi korban PHK. Pemprov DIY menyediakan dana sebesar Rp 1,045 miliar untuk program padat karya berupa pembangunan saluran air bersih.


Karena korban PHK dari luar negeri didominasi perempuan, Disnakertrans menyediakan beragam pelatihan keterampilan yang dapat diikuti dan dipilih sesuai minat tenaga kerja. Sebagai stimulus, Hendarto menyatakan, Disnakertrans akan membantu sebagian modal.

Dana asuransi yang didapat TKI ter-PHK sejumlah maksimal Rp 10 juta, menurut Diah, dapat digunakan sebagai modal untuk membuka usaha. "Mereka rata- rata mendapat pesangon sebesar 900 ringgit Malaysia (Rp 2,25 juta). Kami mengimbau uang itu dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Diah.


Selain TKI, tenaga kerja yang ter-PHK di DIY hingga Januari 2009 mencapai 1.058 orang. Untuk mencegah PHK terus berlanjut, Disnakertrans berupaya melakukan deteksi dini dengan mengefektifkan kerja sama bipartit di perusahaan. (UTI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar