24 Maret 2009

Ortu Korban Jadi TKI, Tinggal Sama Paman


Berita Jatim

24 Maret 2009

Reporter : Abdul Qohar

Bojonegoro â€" Aksi nekad yang dilakukan RI (24), terlapor kasus dugaan pencabulan dengan korban WS (14), siswi MTs asal Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, membelalakkan mata.

Karena, RI mengambil kesempatan dari kurangnya kasih sayang yang diterima WS, setelah ditinggal kedua orang tuanya menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Selasa (24/3/2009) menyebutkan, sejak beberapa tahun belakangan ini, WS tinggal bersama pamannya yang bernama Hanif.

Sebab, ayahnya Arf sedang bekerja sebagai TKI di Malaysia dan ibunya Qrh hingga kini masih berada di Arab Saudi. Sehingga, jauh dari orang tua membuat perhatian kepada WS sangat minim, walaupun pamannya yang bernama Hanif sudah berusaha semaksimal mungkin mencurahkan kasih sayang kepada korban.

Disela-sela pemeriksaan di kantor polisi, Hanif yang didampingi Muslih membenarkan hal tersebut. Tetapi, kalau terlapor tidak terus menerus mengejar, kemungkinan keponakannya tersebut tidak nekad.

"Kami pernah menegur WS saat diajak jalan oleh terlapor. Sebab, terlapor telah mempunyai istri dan anak satu," lanjutnya.

Hanif menceritakan, kalau RI jarang sekali berani main ke rumahnya. Sebab, ia selalu mengambil kesempatan saat dirinya bekerja atau sedang keluar rumah.

"Ia menghubungi korban dengan cara menelepon. Setelah itu janjian diluar dan selalu mengiming-iming dengan benda-benda yang disukai wanita," lanjutnya.

Ditanya apakah nanti akan memberi kabar kedua orang tua korban, Hanif belum mengetahuinya. Sebab, ia kasihan dengan ortu korban yang berada di negeri orang apabila mendengar kondisi anaknya sekarang ini.

"Kami akan pelan-pelan menjelaskannya. Yang pasti korban tidak sampai ternodai keperawanannya dan kami akan membantu memulihkan psikologinya," sambungnya.[dul/kun]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar