30 Maret 2010

Penderita Gizi Buruk di Ngawi Meningkat


Kamis, 04 Maret 2010 | 12:13 WIB

TEMPO Interaktif, Ngawi - Jumlah bayi dibawah lima tahun (balita) yang dinyatakan menderita gizi buruk di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meningkat tajam.

Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Reni Indriani, mengatakan selama dua bulan terakhir sejak Januari-Februari 2010 ditemukan 344 kasus balita penderita gizi buruk. "Awal tahun ini memang meningkat tajam karena dinas kesehatan semakin gencar mensosialisasikan penyuluhan sehingga banyak masyarakat yang pro aktif memeriksakan anak-anaknya yang diduga memiliki gejala gizi buruk," ujar Reni, Kamis (4/3).

Kondisi ini berbeda jauh dengan tahun 2009. Selama tahun lalu ditemukan 386 kasus. Menurut dia, banyaknya balita yang menderita gizi buruk di Ngawi akibat beberapa faktor. "Misalnya terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang hidup sehat, sanitasi lingkungan, karena kemiskinan, dan sebagainya,"  kata Reni.

Berdasarkan pemeriksaan medis, beberapa kasus gizi buruk juga disertai dengan penyakit penyerta lainnya seperti gangguan pernapasan. "Jadi ada kalanya menderita penyakit penyerta terlebih dahulu lalu mengalami gizi buruk atau sebaliknya, karena gizi buruk akhirnya menyebabkan muncul penyakit penyerta," ujarnya.

Selain kekurangan vitamin dan gizi makanan, salah satu indikasi penderita gizi buruk bisa dilihat dari tidak seimbangnya berat badan dan usia balita.

Salah satu balita penderita gizi buruk, Rendy Prasetyo, misalnya. Balita yang berusia sepuluh bulan ini hanya memiliki berat badan 5,4 kilogram dari idealnya 9 kilogram. "Sudah tiga bulan ini berat badannya turun terus. Sempat saya bawa ke puskesmas," kata sang ibu, Kasmi, 45 tahun, warga Desa Kendung.

Kasmi mengaku kondisi ekonomi keluarganya yang hanya bekerja sebagai buruh tani tidak mencukupi kebutuhan gizi anaknya. Karena tergolong keluarga miskin, keluarga ini mendapatkan pelayanan gratis melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Hingga kini, Rendy dan puluhan balita penderita gizi buruk lainnya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeroto Ngawi. Sedangkan ratusan penderita gizi buruk lainnya masih dirawat di puskesmas-puskesmas yang ada di Ngawi.

ISHOMUDDIN

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/03/04/brk,20100304-229946,id.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar