30 Maret 2010

Erwin, Penderita Gizi Buruk Dikirim ke Makassar


Jumat, 5 Maret 2010
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA

MAMUJU, KOMPAS.com - Erwin, bocah 13 tahun penderita gizi buruk dan penyakit usus akhirnya meninggalkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Sulawesi Barat untuk menjalani perawatan medis di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan.

Tim medis RSUD Mamuju, dr Arif di Mamuju Jum'at (5/3/2010) mengatakan, selain menderita gizi buruk, pasien juga mengalami penyempitan urat pada usus sehingga mengakibatkan pasien sulit untuk melakukan buang air besar.

"Kami di RSUD Mamuju masih kesulitan untuk melakukan operasi karena kekurangan tenaga medis untuk menangani pasien tersebut, sehingga kami berpendapat untuk mendapatkan kesembuhan secara total, maka kami sarankan untuk dilakukan rujukan ke kota Makassar di RSUD Wahidin Sudirohusodo," katanya.

Ia mengatakan, penyakit yang diderita oleh Erwin, bukanlah hal yang baru pertama dijumpai, namun, penyakit seperti itu sebelumnya telah banyak ditangani dan berhasil disembuhkan secara maksimal.

"Jalan untuk merujuk ke Makassar adalah langkah alternatif untuk mendapatkan kesembuhan, namun begitu, saya tidak menjamin pasien bisa sembuh secara total," ucapnya.

Dikatakannya, pasien telah diberangkatkan sejak pagi tadi sekitar pukul 08.00 wita dengan menggunakan mobil ambulans dengan didampingi keluarga pasien dan pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Mamuju, selaku donatur yang akan membantu pembiayaan pengobatan dan biaya operasi pasien selama berada di Makassar.

"Pihak Direksi BUMD juga turut mendampingi pasien ke Makassar bersama dengan orang tua pasien," tuturnya.

Direktur BUMD Mamuju, Benyamin Supamena mengatakan, pihaknya memberikan bantuan untuk meringankan beban biaya pasien miskin yang ada di wilayah Kecamatan Bonehau, Mamuju, sebagai bentuk komitmen perusahaan yang sedang menjalani proses tahap eksplorasi tambang Batubara.

"Yang jelas, kami siap membantu segala bentuk pembiayaan oleh pasien selama menjalani perawatan medis di Makassar," tuturnya.

Sebelumnya, Sumarni (35 thn) orang tua korban yang juga turut mendampingi putranya ke Makassar mengatakan, kondisi putranya dari hari ke hari makin parah akibat saluran pembuangan menyempit sejak lahir.

"Kondisi putra saya semakin tidak kondusif, selain badannya semakin mengecil perutnya pun juga kian buncit akibat anusnya yang sejak lahir tidak pernah berfungsi normal," tuturnya.

Ia mengatakan, sejak lahir pada 13 tahun lalu, putranya telah menanggung beban derita karena mengalami kelainan usus pembuangan.

"Tidak berfungsinya usus pembuangan tersebut mengakibatkan kondisinya semakin buruk karena badannya makin mengecil dan perut semakin membuncit," ungkapnya.

Dikatakannya, berat badan Erwin yang kini berusia 13 tahun juga tidak normal yang hanya memiliki berat badan sekitar 18 kilogram, padahal usia sebayanya dapat hingga 25 kilogram.

Sumarni mengatakan, dirinya pernah melakukan operasi pada tahun 1999 lalu akibat adanya penyempitan saluran pembuangan, namun, hasil operasi tersebut nyaris tidak ada yang memuaskan dan malah kondisi putranya saat ini bertambah parah.

"Setiap hari Erwin mengaku sesak dan tidak mau makan banyak untuk menghindari keinginan buang air besar karena jika makan berlebihan akan menimbulkan nyeri dan sakit diperutnya," ucap Sumarni.


http://regional.kompas.com/read/2010/03/05/21254196/Erwin..Penderita.Gizi.Buruk.Dikirim.ke.Makassar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar